Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Penghapusan Kuota Impor Didukung DPR, Tapi Pemerintah Diminta Waspadai Dampaknya

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 11 April 2025 | 01:45 WIB

 

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan kuota impor.
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan kuota impor.

Radar Pasuruan - Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto, menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang ingin menghapus sistem kuota dalam kebijakan impor.

Menurut Firnando, sistem kuota selama ini membuka celah praktik yang tidak sehat, termasuk permainan fee oleh oknum tertentu yang ingin mendapat keuntungan dari kebijakan impor.

“Menurut saya keputusan presiden untuk membuka impor itu bagus, ada efek bagusnya,” ujar Firnando dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Kamis (10/6).

Meski mendukung secara prinsip, Firnando mengingatkan bahwa pemerintah tetap harus berhati-hati dalam pelaksanaan kebijakan ini.

Ia menekankan perlunya kajian mendalam mengenai dampak dari dibukanya keran impor, terutama terhadap komoditas yang saat ini masih diproduksi oleh pelaku usaha di dalam negeri, termasuk produk-produk lokal yang menopang kebutuhan rakyat.

“Pemerintah harus memperhatikan komoditas-komoditas apa saja yang bisa dibebaskan. Karena komoditas-komoditas yang kita produksi dalam negeri, kalau kita kebanjiran impor, itu juga tidak baik juga,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah secara tegas menyampaikan rencananya untuk menghapus sistem kuota impor, terutama untuk komoditas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat.

Salah satu komoditas yang menjadi sorotan dalam konteks ini adalah daging. Dalam arahannya, Presiden meminta agar kebijakan impor daging tidak lagi dibatasi oleh sistem kuota dan harus bersifat terbuka bagi siapa pun.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam sesi dialog Sarasehan Ekonomi yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025.

“Siapa saja boleh impor. Mau impor apa, silahkan buka saja. Rakyat kita juga pandai kok, iya kan. Bikin kuota-kuota, abis itu perusahaan A, B, C, D yang hanya ditunjuk. Hanya dia boleh impor, enak saja,” tegas Prabowo dalam pernyataannya yang mendapat perhatian luas dari pelaku usaha maupun anggota legislatif.

Presiden menyoroti bahwa sistem kuota kerap kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara-cara yang tidak transparan.

Dengan dibukanya akses impor bagi siapa saja, Prabowo berharap bisa menciptakan persaingan yang lebih sehat serta mengurangi praktik monopoli yang selama ini merugikan masyarakat.

Firnando sendiri menyambut baik pendekatan terbuka tersebut, namun tetap berharap ada mekanisme pengawasan agar dampaknya tidak merugikan sektor produksi lokal.

Menurutnya, keberpihakan terhadap petani, peternak, dan pelaku industri dalam negeri tetap harus dijaga di tengah upaya membuka pasar yang lebih luas dan kompetitif.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Penghapusan #dpr #kouta #waspadai #dampak #impor