Radar Pasuruan - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Ia menegaskan bahwa maksud Prabowo bukanlah untuk mengurangi TKDN, melainkan mencari jalan keluar terbaik.
“Bahasa beliau itu tepatnya bukan dikurangi tapi dicari solusi. Jadi TKDN-nya itu dicari bagaimana solusinya,” kata Meutya saat ditemui di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Jakarta Pusat, seperti dilansir dari Jawa Pos pada Rabu (9/4).
Meutya mencontohkan pendekatan yang dilakukan oleh Apple untuk memenuhi aturan TKDN.
Menurutnya, pemenuhan TKDN bisa dilakukan tidak hanya melalui komponen fisik, tetapi juga lewat bentuk edukasi dan investasi.
“Apple itu waktu sebelumnya kita pernah ditransferkan menjadi perhitungannya itu kita transferkan menjadi edukasi dan lain-lain. Tapi bukan semangatnya ‘ngurangin’, enggak. Cuma dicari solusi agar aman,” ungkap dia.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajarannya agar regulasi terkait TKDN dibuat lebih fleksibel dan realistis.
Tujuannya adalah untuk menjaga daya saing industri nasional di kancah internasional.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi diskusi dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4).
"TKDN sudahlah niatnya baik, nasionalisme. Saya kalau Saudara, mungkin sudah kenal saya lama, mungkin dari saya ini paling nasionalis. Kalau istilahnya dulu, kalau mungkin jantung saya dibuka yang keluar Merah Putih, mungkin," kata Prabowo.
"Tapi kita harus realistis, TKDN dipaksakan, ini akhirnya kita kalah kompetitif. Saya sangat setuju, TKDN fleksibel saja, mungkin diganti dengan insentif," sambungnya.
Baca Juga: Regulasi Perlindungan Anak di Internet Segera Rampung, Komdigi Gandeng Pemangku Kepentingan
Editor : Moch Vikry Romadhoni