Radar Pasuruan - Aksi kekerasan kembali dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Kelompok tersebut mengklaim telah menembak mati sejumlah penambang di wilayah Yahukimo, Papua.
Satgas Damai Cartenz membenarkan adanya kejadian tersebut, meski proses evakuasi masih berlangsung mengingat lokasi berada di daerah terpencil.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, Kombespol Yusuf Tejo, menjelaskan bahwa memang terjadi insiden penembakan terhadap para pendulang emas.
Namun, karena lokasi kejadian berada di pedalaman, tim harus mempersiapkan proses evakuasi dengan cermat.
"Untuk info yang akurat belum bisa kita dapatkan terkait dengan jumlah korban. Yang pasti korban adalah para pendulang emas, bukan anggota TNI," paparnya dilansir dari Jawa Pos.
Di sisi lain, juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengungkapkan bahwa pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma telah mengeksekusi sebelas pendulang emas di daerah operasi mereka.
"Eksekusi ini telah dilakukan Pasukan TPNPB mulai dari tanggal 6 April hingga 8 April 2025 atau hasil operasi Pasukan TPNPB selama 3 hari," ujarnya.
Sebby juga menyertakan sembilan foto yang memperlihatkan jenazah para korban.
Dalam gambar tersebut, para korban terlihat mengenakan safety boot dan kaos, dengan kondisi tergeletak dan beberapa terlihat mengalami luka berdarah.
Ia menambahkan bahwa aksi penembakan terhadap sebelas penambang itu dipimpin oleh Dejen Heluka dan Karis Giban. "Selain sebelas orang dibunuh, terdapat tiga orang terluka," paparnya.
TPNPB-OPM menganggap setiap individu yang berada di wilayah konflik sebagai bagian dari militer.
"Mereka kami sebut sebagai anggota TNI, karena sejak lama sudah diperingatkan untuk tidak berada di wilayah TPNPB-OPM," ujarnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni