Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

TPNPB-OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan Eks Kapolsek, Polisi Perketat Wilayah

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 9 April 2025 | 00:56 WIB

 

Lokasi yang menjadi sasaran aksi OPM di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan.
Lokasi yang menjadi sasaran aksi OPM di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan.

Radar Pasuruan - Satgas Damai Cartenz terus berupaya menjaga stabilitas keamanan pascainsiden penembakan terhadap mantan Kapolsek Mulia.

Sebanyak 100 personel tambahan telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah Puncak Jaya.

Kepala Humas Satgas Damai Cartenz, Kombespol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa pengiriman tambahan personel dilakukan guna menciptakan rasa aman bagi warga.

“Sudah dikerahkan,” ujarnya dilansir dari Jawa Pos.

Saat ini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan yang diketahui berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Upaya penegakan hukum tengah dilakukan. “Pelaku betul dari OPM,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa situasi keamanan di Puncak Jaya saat ini sudah dalam kondisi kondusif. Aparat terus berupaya agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami terus bekerja,” katanya.

Sebelumnya, terjadi serangan brutal yang kembali menyasar anggota kepolisian.

Mantan Kapolsek Mulia, Iptu Djamal Renhoat, diduga menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Insiden itu terjadi di kios milik korban di Kampung Wuyuki, Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Peristiwa tersebut dikonfirmasi oleh Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara.

Baca Juga: Tragedi di Papua Tengah: Warga Sipil Dibunuh Secara Sadis oleh OPM

Ia menyebutkan bahwa Iptu (Purn) Djamal Renhoat ditembak pada Senin malam (7/4) di kediamannya yang sekaligus menjadi tempat usahanya.

“Pelaku penembakan diduga kuat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),” jelasnya.

Istilah KKB digunakan aparat untuk menyebut TPNPB-OPM. Setelah penembakan, korban sempat dibawa ke RSUD Mulia, namun nyawanya tidak tertolong.

Ia diketahui mengalami luka tembak di pipi yang tembus ke bagian leher. “Kami sedang menyelidiki kasus penembakan ini,” tegas Kuswara.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut.

“Manajemen Markas Pusat TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap Yambi, Tengamati Enumby dan pasukannya pada hari ini Senin, 7 April 2025, bahwa kami siap bertanggung jawab atas penembakan terhadap seorang mantan anggota Polsek Mulia di Kabupaten Puncak Jaya, Papua,” ungkap Sebby.

Ia menambahkan bahwa penembakan dilakukan karena korban telah diawasi dalam aktivitasnya di wilayah konflik bersenjata. “Kami mengimbau seluruh orang imigran Indonesia untuk segera keluar dari wilayah konflik bersenjata di tanah Papua agar tidak menjadi korban selanjutnya,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan peringatan keras kepada warga sipil Indonesia yang tetap berada di wilayah konflik. “Jika masih berkeliaran, TPNPB-OPM akan menganggap mereka sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#opm #penembakan #Eks Kapolsek #puncak jaya