Pernah lihat seseorang yang harus banget datang ke semua acara, beli tren terbaru, atau update story tiap detik? Bisa jadi, dia punya kecenderungan FOMO alias Fear of Missing Out.
FOMO bukan sekadar takut ketinggalan info, tapi juga bentuk kecemasan sosial yang bisa memengaruhi kepribadian dan cara seseorang menjalani hidup.
1. Haus Akan Validasi
Orang yang FOMO biasanya punya dorongan kuat untuk terlihat “ikut” dan “ada” dalam setiap tren.
Bukan karena selalu suka, tapi karena takut dianggap ketinggalan atau tidak relevan. Validasi dari orang lain jadi semacam bahan bakar harga diri mereka.
2. Sulit Menolak Ajakan
Kepribadian FOMO membuat seseorang merasa bersalah jika menolak undangan nongkrong, event, atau aktivitas yang sedang ramai.
Bahkan ketika mereka lelah, mereka tetap memaksakan diri demi “eksis”.
3. Selalu Membandingkan Diri
Sosial media sering kali jadi pemicu utama FOMO.
Orang FOMO cenderung membandingkan hidupnya dengan orang lain, lalu merasa kurang bahagia jika tidak mengalami hal yang serupa atau lebih “seru”.
4. Tidak Bisa Tenang di Momen Sekarang
Ironisnya, karena terlalu sibuk mengejar apa yang terjadi di luar sana, orang FOMO justru sulit menikmati momen yang sedang dijalani.
Mereka lebih fokus pada apa yang belum mereka alami daripada apa yang sudah mereka miliki.
5. Impulsif dan Kurang Refleksi
Keputusan mereka sering didorong rasa takut ketinggalan, bukan dari kebutuhan yang sebenarnya.
Misalnya, membeli barang hanya karena tren, bukan karena butuh. Atau ikut kegiatan tanpa memikirkan apakah itu cocok untuk dirinya.
Kesimpulan:
FOMO bukan hanya soal gaya hidup, tapi mencerminkan kepribadian yang sedang mencari arah dan penerimaan.
Bukan berarti buruk, tapi perlu dikendalikan. Belajar menikmati hidup tanpa harus selalu ikut-ikutan adalah salah satu bentuk kedewasaan emosional.
Kadang, tidak ikut bukan berarti tertinggal—tapi sedang menjaga diri.
Editor : Moch Vikry Romadhoni