Radar Pasuruan - Jembatan Bokwedi yang berada di Jalan Ir. Juanda, Kota Pasuruan dinilai tidak memadai.
Jembatan yang terletak di jalur nasional ini memiliki ukuran sempit dan sering kali tergenang air saat hujan.
Oleh karena itu, diperlukan pelebaran dan peninggian.
Wahyu Wibowo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur–Bali, mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan peningkatan Jembatan Bokwedi. Jembatan tersebut perlu diperlebar dan ditinggikan.
Pasalnya, kondisi jembatan ini tidak memenuhi standar jalan nasional. Terjadi penyempitan jalan atau bottle neck yang berisiko bagi pengendara.
Selain itu, ketinggian jembatan juga dinilai terlalu rendah terhadap aliran Sungai Petung.
"Kondisi ini menyebabkan jembatan sering tergenang air. Akibatnya, permukaan aspal mudah rusak, terkelupas, dan berlubang," ujar Wahyu.
Bowo, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa usulan perbaikan tersebut telah diajukan sejak tahun lalu.
Namun, realisasi usulan itu belum dapat dilakukan tahun ini. Hal ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sementara peningkatan jembatan memerlukan dana besar.
"Belum bisa direalisasikan tahun ini. Akan kami coba usulkan kembali tahun depan, karena ada kebijakan efisiensi dari pusat," pungkasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni