Radar Pasuruan - Kementerian Pekerjaan Umum melakukan kunjungan lapangan ke lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat, yakni di Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Mojokerto serta Gedung Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kampus Gedangan di Kabupaten Sidoarjo.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi dan sarana prasarana dalam mendukung pengembangan program Sekolah Rakyat yang merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Dody menjelaskan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat merupakan langkah pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat, Kementerian PU akan memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Sekolah-sekolah yang ditetapkan harus memenuhi standar kelayakan, termasuk asrama, ruang kelas, tempat ibadah, sarana olahraga, dan sebagainya,” ucap Dody.
Menteri Dody juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan dan menjalin kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan program Sekolah Rakyat sangat bergantung pada kerja sama antara kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah.
“Karena Sekolah Rakyat membutuhkan waktu untuk dipersiapkan, maka kita harus saling bekerja sama agar program ini bisa selesai sesuai target Presiden Prabowo,” ujarnya.
Terkait Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Mojokerto, tempat ini akan masuk dalam Program Pengembangan Sekolah Rakyat dan direncanakan untuk direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk renovasi gedung tersebut agar dapat digunakan sebagai Sekolah Rakyat jenjang SMP.
“Untuk pengembangan Sekolah Rakyat, Pemkab Mojokerto akan merenovasi dua ruang kelas dengan kapasitas total 50 siswa pada tahun ajaran 2025–2026. Kami berterima kasih kepada Kementerian PU atas survei dan analisis kelayakan infrastruktur yang telah dilakukan,” ujar Teguh.
Sementara itu, Gedung UNESA di kampus Gedangan, Sidoarjo, akan dibangun ulang oleh Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, di bawah Ditjen Prasarana Strategis. Sebelumnya, UNESA juga telah menyiapkan fasilitas pendidikan di kampus Lidah Wetan sebagai lokasi Sekolah Rakyat jenjang SMA.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody didampingi oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Airyn Saputri. Airyn menekankan bahwa Kementerian PU akan terus menjalin koordinasi dengan berbagai instansi di Provinsi Jawa Timur guna mendukung pelaksanaan pengembangan Sekolah Rakyat.
“Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial terkait proses pemetaan dan pendataan dalam program Sekolah Rakyat ini. Kami juga memastikan infrastruktur dan fasilitas pendukung pembelajaran tersedia secara layak di setiap sekolah,” ujar Airyn.
Program Sekolah Rakyat ini dicanangkan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 21 Maret lalu. Tahun ini direncanakan pembangunan sekitar 200 sekolah berasrama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan target masing-masing sekolah menampung seribu siswa.
Editor : Moch Vikry Romadhoni