Radar Pasuruan - Menteri Koordinator (Menko) bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menerima kunjungan rombongan petinggi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Jakarta pada Kamis (20/3).
Dalam pertemuan ini, salah satu topik yang dibahas adalah pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna menyalurkan zakat agar lebih tepat sasaran dan efektif.
Muhaimin menekankan pentingnya keakuratan data dalam mendistribusikan bantuan.
Menurutnya, DTSEN dapat menjadi acuan utama untuk memastikan zakat dan bantuan sosial diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.
"Kita tengah menyusun strategi untuk menanggulangi kemiskinan, dan salah satu elemen paling krusial dalam strategi tersebut adalah data. Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan tahap ini," ungkap Muhaimin dilansir dari Jawa Pos.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, instruksi utama yang diterimanya adalah memastikan adanya data tunggal yang akurat, tanpa tumpang tindih antar-kementerian.
Saat ini, data kemiskinan diperbarui setiap tiga bulan untuk menjaga akurasi.
"Dengan adanya data tunggal ini, tidak ada lagi perbedaan data antar-kementerian. Ini adalah tahap pertama dalam upaya kita mengatasi kemiskinan," tambahnya.
Muhaimin menyebut bahwa saat ini masih terdapat sekitar 3,1 juta penduduk Indonesia yang tergolong miskin ekstrem.
Mayoritas kepala keluarga dalam kelompok ini memiliki latar belakang pendidikan hanya sampai Sekolah Dasar (SD).
"Data ini menunjukkan betapa mendesaknya tindakan nyata dalam mengatasi persoalan kemiskinan ekstrem," tegasnya.
Ketua Baznas, Noor Achmad, dalam kesempatan yang sama menyampaikan dukungannya terhadap penggunaan DTSEN dalam penyaluran dana zakat.
Baca Juga: Bahas Isu Tenaga Kerja, Cak Imin Siap Follow-Up Hasil Diplomasi Prabowo di Malaysia
Ia menegaskan bahwa program pemberdayaan mustahik akan lebih efektif jika terintegrasi dengan sistem data tunggal ini.
"Harapan kami, dengan dukungan dari Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, program-program Baznas dapat menjangkau lebih banyak mustahik dan memberikan dampak yang lebih besar," pungkasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni