Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Netizen Soroti Senjata Oknum TNI yang Diduga Tewaskan 3 Polisi Saat Penggerebekan

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 18 Maret 2025 | 23:47 WIB

 

Video viral diduga Kopka Basar pamer senjata api.
Video viral diduga Kopka Basar pamer senjata api.

Radar Pasuruan - Tiga anggota kepolisian gugur saat melakukan penggerebekan arena judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Ketiga polisi yang tewas diduga ditembak oleh dua oknum anggota TNI, yaitu Peltu Lubis dan Kopka Basar, yang kini telah diamankan.

Di media sosial, beredar video viral yang diduga menampilkan Kopka Basar tengah memamerkan senjata api.

Dalam video tersebut, ia terlihat mengacungkan senjata sambil menembak.

Aksi ini menuai kecaman luas dari masyarakat, terutama di tengah sorotan publik terhadap institusi TNI terkait revisi Undang-Undang yang dinilai berpotensi menghidupkan kembali Dwifungsi TNI.

Sebuah akun X bernama Random Warfare Worldwide (@RWWReborn) mengulas senjata yang ditampilkan dalam video viral tersebut.

Akun ini dikenal kerap membahas persenjataan dan alutsista militer. Dari hasil analisisnya, pistol yang diduga digunakan oleh Kopka Basar adalah Pindad G2 Combat dengan kaliber 9x19 mm, yang merupakan senjata dinas di beberapa satuan TNI dan tidak dapat dimiliki oleh warga sipil.

Meski demikian, belum bisa dipastikan apakah pistol dalam video tersebut merupakan senjata yang digunakan dalam insiden penembakan tiga polisi di Way Kanan.

Netizen pun mempertanyakan apakah seorang prajurit berpangkat kopral diperbolehkan membawa senjata api.

Menanggapi hal ini, akun @RWWReborn menjelaskan bahwa penggunaan senjata api bagi anggota TNI maupun Polri bergantung pada tugas yang dijalankan.

Dalam insiden tersebut, ketiga polisi yang gugur, yaitu Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripda M. Ghalib Surya Ganta, mengalami luka tembak di kepala.

Netizen pun mempertanyakan seberapa akurat pistol tersebut untuk mengenai kepala dalam situasi seperti itu.

Akun @RWWReborn menjelaskan bahwa menembak dengan pistol dan mengenai kepala secara akurat sangat sulit dilakukan, kecuali dalam jarak kurang dari 10 meter atau jika penembaknya memiliki keahlian tinggi.

Kasus ini masih dalam penyelidikan, dengan pihak kepolisian dan TNI turut turun tangan untuk mengusut lebih lanjut insiden tragis ini.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#polisi #lampung #tembak #tni