Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Viral Amplop Permintaan THR dari Ormas, Netizen: Seperti Tradisi Tahunan!

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 18 Maret 2025 | 23:24 WIB

 

Menjelang Hari Raya, viral di medsos para pemilik usaha mulai didatangi amplop-amplop permintaan THR dari ormas-ormas.
Menjelang Hari Raya, viral di medsos para pemilik usaha mulai didatangi amplop-amplop permintaan THR dari ormas-ormas.

Radar Pasuruan - Bulan Ramadhan telah memasuki pertengahan, yang berarti umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, semakin dekat dengan perayaan Idul Fitri.

Lebaran di Indonesia tak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga erat kaitannya dengan berbagai tradisi, salah satunya mengenakan pakaian baru.

Meski tidak wajib, banyak masyarakat yang berupaya tampil dengan pakaian terbaik saat Hari Raya.

Tradisi ini semakin kuat karena didukung oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja yang berhak menerimanya sesuai regulasi.

Namun, di sektor informal, tidak semua pekerja beruntung mendapatkan THR.

Kondisi ini juga melahirkan fenomena tahunan yang kerap menuai kontroversi, yaitu sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang meminta THR kepada pengusaha, pemilik toko, hingga pemilik pabrik.

Kebiasaan ini kembali viral di media sosial menjelang Idul Fitri tahun ini.

Sebuah unggahan di akun X @txtdrbekasi memperlihatkan deretan amplop yang berisi surat permintaan THR dari ormas.

Unggahan tersebut diberi keterangan "Surat cinta dari masyarakat", yang langsung mengundang banyak reaksi dari netizen.

Fenomena ini dianggap sebagai masalah yang terus berulang setiap tahun. Beberapa netizen bahkan menilai praktik semacam ini sebagai salah satu penyebab banyaknya perusahaan yang tutup atau hengkang dari Indonesia.

"Ormas-ormas kayak gini emang nggak malu ya? Masa klean ngasih duit buat keluarga dari hasil malak?" tulis pengguna X @dimsrw.

Tidak sedikit pula warganet yang berbagi pengalaman serupa. Salah satunya adalah pemilik usaha yang mengaku menerima surat permintaan THR dalam jumlah banyak.

"Pernah punya toko, awalnya dapat satu surat, kukira minta sumbangan. Baru paham pas mendekati Lebaran, surat datang hampir sebanyak di foto. Kukasih Rp10 ribu per surat, tapi mereka nggak terima dan minta nambah. Bahkan setiap ada hari besar, surat selalu datang. Kalau dilawan, malah bawa kawan," tulis akun @DezkyPermadi.

Unggahan ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan Facebook. Banyak netizen yang memiliki usaha, meski skala rumahan, juga mengaku mengalami hal serupa.

Praktik ini pun menuai perdebatan, antara yang menganggapnya sebagai tradisi tahunan dan yang menilainya sebagai bentuk pemalakan terselubung. Hingga kini, fenomena ini terus berulang tanpa ada langkah tegas dari pihak berwenang.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#ormas #thr #amplop #viral