Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Dituduh Terima Sogokan, Herman Khaeron Klarifikasi Soal Amplop Cokelat di Rapat Komisi VI DPR

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 13 Maret 2025 | 23:59 WIB

 

Viral Anggota Komisi VI DPR RI menerima amplop cokelat yang dituding berupa sogokan saat rapat dengan jajaran direksi PT Pertamina, pada Selasa (11/3).
Viral Anggota Komisi VI DPR RI menerima amplop cokelat yang dituding berupa sogokan saat rapat dengan jajaran direksi PT Pertamina, pada Selasa (11/3).

Radar Pasuruan - Media sosial tengah diramaikan dengan video yang menarasikan bahwa Komisi VI DPR RI menerima amplop cokelat berisi sogokan saat rapat dengan direksi PT Pertamina pada Selasa (11/3).

Dalam video tersebut, amplop cokelat diterima oleh anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menjelaskan bahwa amplop tersebut sebenarnya berisi surat perintah perjalanan dinas (SPPD) yang memang menjadi hak anggota DPR setelah melakukan perjalanan dinas.

"Tadi dalam rapat, saya sudah menjelaskan secara langsung bahwa video itu dibangun dengan narasi hoaks dan fitnah. Pak Herman Khaeron hanya menandatangani SPPD beliau," ujar Andre pada Kamis (13/3) dilansir dari Jawa Pos.

Andre menjelaskan bahwa amplop tersebut belum sempat diambil sebelumnya. "Perjalanan dinasnya minggu lalu, baru kemarin SPPD-nya ditandatangani dan diambil," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tudingan Komisi VI DPR menerima sogokan adalah sebuah fitnah yang tidak berdasar. "Jangan ada fitnah dan opini yang menyesatkan," tegasnya.

Sementara itu, Herman Khaeron juga memastikan bahwa amplop yang diterimanya tidak berisi uang sogokan, melainkan hanya SPPD.

Sebagai anggota badan akuntabilitas keuangan, ia menegaskan tidak pernah memiliki pemikiran negatif terkait hal tersebut.

"Saya tidak pernah berpikir macam-macam. Saya hanya menandatangani dan menerima SPPD saya di meja, saat mengenakan batik berwarna kuning," jelas Herman.

Lebih lanjut, Herman menduga bahwa narasi yang berkembang merupakan bagian dari perlawanan balik mafia migas. Pasalnya, PT Pertamina saat ini tengah menjadi sorotan akibat dugaan korupsi oplos BBM.

"Menurut saya, ini fitnah yang keji. Bisa jadi ini adalah bentuk perlawanan proxy terhadap upaya kita dalam memperbaiki bangsa dan negara, terutama terkait Pertamina yang saat ini sedang kami awasi," pungkasnya.

Baca Juga: DPR Pertanyakan Peran Pertamina dalam Dugaan Korupsi Minyak Mentah Rp 193 Triliun

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#dpr #kalrifikasi mempelai pria #sogokan #amplop cokelat