Radar Pasuruan - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi keputusan Universitas Indonesia (UI) yang memintanya merevisi disertasi dalam program doktor di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG).
Bahlil mengaku belum mengetahui hasil keputusan terkait disertasinya yang sebelumnya sempat ditangguhkan pada pertengahan November 2024.
“Saya malah belum tahu,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/3) dilansir dari Jawa Pos.
Sebelumnya, UI telah mengambil keputusan terkait disertasi Bahlil Lahadalia.
Dalam putusannya, UI meminta Bahlil untuk melakukan perbaikan terhadap disertasinya, berdasarkan hasil evaluasi dari empat organ akademik UI.
Yaitu Dewan Guru Besar, Senat Akademik, serta Badan Penjaminan Mutu Akademik UI.
Perbaikan terhadap disertasi tersebut harus dilakukan setelah sebelumnya UI memutuskan untuk menangguhkan disertasi yang diajukan di SKSG.
"Memutuskan untuk melakukan pembinaan kepada promotor, kopromotor, direktur, kaprodi, dan mahasiswa terkait sesuai tingkat pelanggaran, secara proporsional," ungkap Rektor UI, Prof Heri Hermansyah, dalam pernyataannya di kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (7/3).
Heri menegaskan bahwa pembinaan yang diberikan kepada Bahlil dan pihak terkait dilakukan secara berbeda-beda.
Selain Bahlil, pembinaan juga diberikan kepada promotor, co-promotor, direktur, dan kepala program studi terkait.
"Pembinaan ini dilakukan mulai dari penundaan kenaikan pangkat untuk jangka waktu tertentu hingga permintaan maaf kepada civitas akademika UI," jelas Heri.
Selain diwajibkan memperbaiki disertasinya, Ketua Umum Partai Golkar itu juga diminta untuk menyampaikan permintaan maaf kepada civitas akademika UI.
"Meminta maaf ke civitas akademika Universitas Indonesia (UI)," tegas Heri.
Editor : Moch Vikry Romadhoni