Radar Pasuruan - Pengacara Farhat Abbas kembali membuat pernyataan mengejutkan terkait kasus donasi untuk Agus Salim.
Ia menuding bahwa donatur yang memberikan kuasa kepada Pablo Benua untuk menggugat Agus Salim hanyalah rekayasa belaka.
Bahkan, ia menyebut bahwa Pablo Benua bekerja sama dengan Denny Sumargo dalam menjalankan konspirasi tersebut.
"Kami sudah melaporkan Pablo dan pihak-pihak yang kami anggap merekayasa kasus ini. Mereka berkolaborasi dan melakukan konspirasi dengan Denny Sumargo untuk membuat seolah-olah mereka mendapat arahan dari donatur," ujar Farhat Abbas di Polda Metro Jaya dilansir dari Jawa Pos.
Farhat Abbas mengaku meragukan klaim yang menyebutkan bahwa ada 537 donatur yang memberikan kuasa untuk menggugat Agus Salim atas dugaan penyelewengan dana donasi.
Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut tidak terbukti dalam persidangan.
Menurutnya, dari total 8.000 donatur yang ikut membantu Agus Salim, hanya dua orang yang benar-benar memberikan kuasa kepada Pablo Benua.
"Di pengadilan, hanya ada dua donatur yang memberi kuasa, yakni Lestari dan Fira. Kami sudah melakukan investigasi terkait hal ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan keberanian dua donatur tersebut yang mengajukan gugatan atas dana Rp 1,3 miliar, padahal sumbangan yang mereka berikan tergolong kecil.
"Fira dan Lestari, berani sekali membuat laporan pidana dan perdata hanya dengan menyumbang Rp 200 ribu. Tapi kalian berani memberi kuasa kepada pengacara? Padahal, kalian hanya bekerja sebagai caddy dan asisten rumah tangga di Sumatera," tutur Farhat Abbas.
Editor : Moch Vikry Romadhoni