Radar Pasuruan - Kasus dugaan kecurangan pengoplosan BBM jenis Pertalite menjadi Pertamax yang melibatkan Pertamina tampaknya benar-benar mengecewakan masyarakat Indonesia.
Banyak yang memilih membeli BBM nonsubsidi demi mengurangi beban pemerintah, tetapi justru merasa tertipu setelah muncul dugaan bahwa Pertamax sebenarnya merupakan Pertalite yang telah dioplos.
Kepercayaan masyarakat terhadap BBM Pertamina kini tergerus. SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo mulai dipenuhi antrean panjang dari pelanggan yang beralih akibat hilangnya kepercayaan terhadap Pertamina.
Fenomena ini semakin ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak unggahan di Instagram dan X memperlihatkan antrean panjang di SPBU swasta, yang sebelumnya dikenal lebih sepi karena harga BBM mereka lebih mahal dibandingkan Pertamina.
Salah satu kejadian yang menarik perhatian adalah viralnya video mobil kepresidenan Prabowo Subianto, Maung Garuda, yang terekam mengisi BBM di SPBU Shell.
Momen ini memicu beragam reaksi warganet yang mempertanyakan mengapa kendaraan kepresidenan tidak menggunakan BBM Pertamina.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi menjelaskan bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang diambil sebelum Maung Garuda resmi menjadi mobil dinas Presiden.
"Itu video beberapa bulan yang lalu, sekitar empat bulan lalu, sebelum mobil tersebut menjadi kendaraan presiden dengan pelat Indonesia 1 atau RI 1. Pengisian BBM bisa dilakukan di mana saja tanpa maksud tertentu," jelas Hasan.
Selain mobil kepresidenan, kendaraan dinas lainnya seperti truk sampah hingga kendaraan operasional Dinas Perhubungan juga terlihat mengisi BBM di SPBU Shell.
Dalam unggahan akun X @innovacommunity, tampak truk sampah sedang mengisi bahan bakar di SPBU swasta tersebut, yang kemudian memicu berbagai komentar netizen.
"Sekarang truk sampah aja isi di Shell," tulis unggahan tersebut.
Tak hanya itu, beberapa kendaraan operasional lain seperti motor roda tiga Pasukan Oranye dan Bajaj juga terlihat mengisi BBM di SPBU swasta.
"Pasukan oyen ga mau ketinggalan," canda salah satu netizen.
Secara keseluruhan, fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap alternatif BBM dari SPBU swasta.
Dengan berkurangnya kepercayaan terhadap BBM Pertamina, banyak netizen yang mendukung kehadiran lebih banyak SPBU swasta agar persaingan di industri ini menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan konsumen.
Editor : Moch Vikry Romadhoni