Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Normal Selama Ramadan

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 3 Maret 2025 | 00:18 WIB

 

Sejumlah siswa sekolah dasar melaksanakan uji coba makan bergizi gratis di SDN 04 dan 05 Sukasari, Kota Tangerang.
Sejumlah siswa sekolah dasar melaksanakan uji coba makan bergizi gratis di SDN 04 dan 05 Sukasari, Kota Tangerang.

Radar Pasuruan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlangsung normal selama bulan Ramadan. Sekolah-sekolah yang sudah terdaftar sebagai penerima manfaat akan tetap mendapatkan jatah MBG sepanjang bulan puasa.

Bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa, mereka diperbolehkan membawa pulang paket MBG untuk disantap saat berbuka. Sementara itu, bagi yang tidak berpuasa, makanan dapat langsung dikonsumsi di sekolah.

"Yang tidak puasa, ya silakan dikonsumsi," ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, usai mendampingi Presiden Prabowo di Lanud Halim pada Jumat (28/2) petang dilansir dari Jawa Pos.

Di daerah dengan mayoritas siswa nonmuslim, distribusi MBG tetap dilakukan seperti biasa. Namun, tim BGN akan terlebih dahulu melakukan pengecekan di lapangan.

"Kami akan evaluasi setelah satu minggu. Jika seluruh siswa tidak berpuasa, layanan akan berjalan normal seperti biasa," kata Dadan.

Selain itu, menu MBG selama bulan puasa juga akan disesuaikan dengan daerah masing-masing. Untuk sekolah dengan mayoritas siswa yang berpuasa, makanan akan ditambah menu takjil seperti kurma.

Sedangkan di daerah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa, menu tetap diberikan seperti biasa tanpa tambahan takjil.

"Jika di daerah mayoritas berpuasa, bisa ditambah takjil. Kalau tidak, cukup menu biasa saja," jelas Dadan.

Terkait insiden viral mengenai makanan belum matang di Nusa Tenggara Timur (NTT), Dadan menjelaskan bahwa kasus tersebut terjadi di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang baru beroperasi.

Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa petugas di lokasi belum terbiasa memasak dalam jumlah besar.

"Memasak dalam jumlah besar memang membutuhkan adaptasi. Bisa memasak untuk 10 orang di rumah belum tentu bisa memasak untuk 150 orang," ujarnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#ramadan #makan #Mbg #bkn