Radar Pasuruan - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa partainya sempat kebingungan ketika Anies Baswedan meninggalkan Demokrat menjelang kontestasi Pilpres 2024.
Ia mengakui, saat itu banyak kader Demokrat yang merasa bingung karena telah memasang berbagai alat peraga kampanye untuk memberikan dukungan kepada Anies.
Hal tersebut disampaikan AHY dalam pidato politiknya pada pembukaan Kongres Partai Demokrat ke-VI yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (24/2).
"Belum lagi ketika kita bubar jalan dengan poros koalisi sebelumnya. Banyak yang bingung, betul?" ujar AHY, yang langsung disambut teriakan "betul" dari para kader partai.
AHY menceritakan bahwa banyak kader Demokrat yang datang kepadanya mengeluhkan kondisi tersebut. "Waduh, Ketum, saya sudah pasang-pasang [baliho dan spanduk], bagaimana ini?" kata AHY menirukan keluhan kadernya.
Ia pun tak memungkiri bahwa dirinya juga ikut merasa kebingungan pada saat itu. "Terus saya jawabnya gini, 'apalagi saya, Pak. Kalau bapak bingung, apalagi saya'," ucap AHY sambil tertawa.
Baca Juga: AHY Sambut Aspirasi Kader untuk Kembali Jadi Ketua Umum Demokrat
Namun, AHY menegaskan bahwa kebingungan yang dirasakan partainya hanya berlangsung selama dua minggu.
Ia menyebut, meskipun waktu yang tersedia sangat sempit, Demokrat akhirnya menemukan jalan yang lebih baik dalam perpolitikan setelah mendukung Prabowo Subianto.
"Tapi cukup dua minggu bingungnya. Mengapa hanya dua minggu? Waktu yang tersedia memang sempit. Tapi Allah beri jalan kepada kita untuk menentukan pilihan yang lebih baik," jelasnya.
AHY pun bersyukur karena Demokrat berhasil beradaptasi dengan cepat dan mengambil peluang yang ada. "Jadi alhamdulillah, bapak/ibu sekalian, kita bisa move on dengan cepat dan mengambil peluang yang sempit. Tapi insya Allah membawa kebaikan," pungkasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni