Radar Pasuruan - Wakil Gubernur Jakarta sekaligus kader PDI Perjuangan, Rano Karno, memenuhi undangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (24/2) siang.
Namun, Rano mengaku hanya diundang untuk makan siang dan menolak mengungkap isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut.
"Tidak ada pembahasan khusus, hanya makan siang," ujar Rano Karno ketika ditemui di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Senin (24/2).
Saat ditanya mengenai kehadiran Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam pembekalan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Rano enggan berkomentar lebih jauh.
"Tanya saja ke Pak Pramono," ucapnya singkat.
Sebelumnya, Rano Karno juga telah menyatakan bahwa dirinya akan menghadiri acara pembekalan di Magelang pada malam penutupan.
Saat ini, Gubernur Jakarta Pramono Anung, Wali Kota Yogyakarta, dan 17 kepala daerah lainnya resmi bergabung dalam retret kepala daerah di Magelang yang dimulai pada Senin (24/2).
Dalam keterangannya, Pramono Anung menyatakan kehadirannya merupakan keputusan yang diambil setelah mempertimbangkan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Saya, sebagai Gubernur Jakarta, bersama Pak Wali Kota Yogyakarta dan 17 kepala daerah lainnya, hari ini mulai mengikuti retret," ujar Pramono di Akmil Magelang, Senin (24/2).
Diketahui, DPP PDIP sebelumnya telah menerbitkan surat resmi bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 tertanggal 20 Februari 2025. Dalam surat tersebut, Megawati dengan tegas menginstruksikan seluruh kepala daerah PDIP untuk menunda keikutsertaan mereka dalam retret.
Keputusan itu diambil sebagai respons atas penahanan Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pramono enggan menjelaskan secara rinci alasan di balik penundaan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Megawati dan DPP PDIP.
"Mengapa saya baru hadir hari ini? Saya rasa tidak perlu menjelaskan lebih jauh. Yang pasti, saya terus berkomunikasi dengan Ibu Megawati dan DPP Partai serta mempertimbangkan arahan Ketua Umum terkait penundaan ini," jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri dan Wakil Menteri Dalam Negeri serta pihak terkait atas kesabaran mereka.
"Saya secara khusus ingin mengapresiasi kesabaran semua pihak, terutama Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri, karena setelah lebih dari empat hari, akhirnya saya bisa mengikuti retret ini," lanjutnya.
Retret kepala daerah di Magelang telah berlangsung sejak 21 Februari 2025. Namun, banyak kepala daerah dari PDIP yang membatalkan keikutsertaan mereka setelah keluarnya instruksi resmi dari DPP PDIP.
"Diperintahkan kepada seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP untuk menunda perjalanan ke Magelang dalam rangka mengikuti retret yang berlangsung pada 21–28 Februari 2025," demikian bunyi instruksi yang ditandatangani Megawati.
Megawati juga meminta agar kepala daerah yang sudah dalam perjalanan menuju Magelang segera menghentikan perjalanan dan menunggu arahan lebih lanjut.
"Jika sudah dalam perjalanan menuju Magelang, segera berhenti dan tunggu arahan berikutnya dari Ketua Umum," tambahnya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi aktif di kalangan kader partai.
"Pastikan tetap dalam komunikasi aktif dan siap menjalankan perintah sewaktu-waktu," tegas Megawati.
Editor : Moch Vikry Romadhoni