Radar Pasuruan - Harapan penggemar sepak bola Indonesia untuk melihat Jairo Riedewald memperkuat Timnas Garuda harus tertunda.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa proses naturalisasi gelandang yang pernah bermain di Liga Inggris tersebut masih menemui kendala administratif.
Jairo Riedewald merupakan pemain keturunan Belanda-Ambon yang sempat masuk dalam daftar pemain yang akan dinaturalisasi sejak Januari lalu.
Bahkan, pelatih Patrick Kluivert telah menjalin komunikasi dengan sang pemain terkait peluangnya membela Timnas Indonesia.
Namun, hingga pertengahan bulan ini, belum ada perkembangan signifikan mengenai proses naturalisasi Jairo.
Padahal, Timnas Indonesia akan kembali berjuang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Maret mendatang.
Erick Thohir akhirnya memberikan penjelasan mengenai situasi ini. Menurutnya, dokumen administrasi yang diperlukan belum lengkap sehingga proses naturalisasi tidak bisa segera dilakukan.
"Jairo sepertinya surat menyuratnya belum bisa sempurna. Dulu Maarten Paes juga butuh waktu delapan bulan untuk menyelesaikan administrasinya," ujar Erick Thohir di GBK Arena, Sabtu (22/2) dilansir dari Jawa Pos.
PSSI telah mencoba berbagai upaya, termasuk berdiskusi dengan beberapa pengacara, namun belum menemukan solusi yang tepat.
"Jairo sendiri sebenarnya sangat antusias untuk memperkuat Timnas Indonesia, tetapi dokumen-dokumennya masih belum kuat. Kami tidak mau mengambil risiko mengajukan permohonan yang akhirnya ditolak FIFA, karena bisa merusak kepercayaan mereka kepada kita," tambah Erick.
Berdasarkan catatan Transfermarkt, Jairo Riedewald pernah membela Timnas Belanda sebanyak tiga kali dalam ajang Kualifikasi Piala Eropa 2016 saat berusia 18–19 tahun.
Sesuai regulasi FIFA yang diperbarui pada 2021, pemain yang sudah membela tim nasional senior sebelum berusia 21 tahun tidak bisa berpindah federasi. Hal ini menjadi tantangan besar bagi PSSI dalam upaya menaturalisasi Jairo Riedewald.
Editor : Moch Vikry Romadhoni