Radar Pasuruan - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan sejumlah keuntungan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.
Menurut Luhut, salah satu keunggulan lembaga yang akan mengelola aset negara senilai USD 900 miliar ini adalah kemampuannya untuk menghimpun dana dari luar negeri dengan lebih mudah.
"Dengan Danantara, kita bisa menggalang dana sebesar USD 20-25 miliar dengan lebih mudah. Jadi, kita bisa berinvestasi sendiri," ujar Luhut dalam acara Bloomberg Technoz Economy Outlook 2025 di Jakarta, Kamis (20/2) dilansir dari Jawa Pos.
Selain itu, ia menambahkan bahwa Danantara juga diberi kewenangan untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asing, yang diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi di Indonesia.
"Yang lebih penting, Danantara diperbolehkan untuk bekerja sama dengan perusahaan mana pun di luar negeri," jelasnya.
Luhut menegaskan bahwa Danantara akan dikelola secara profesional dan transparan, tanpa ada intervensi dari pihak-pihak tertentu.
Ia memastikan bahwa lembaga ini bukan tempat bagi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
"Bisa dibayangkan betapa besar peluang yang ada saat ini. Oleh karena itu, transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaannya sangat penting. Tidak akan ada praktik titipan atau rekomendasi dari pihak tertentu. Danantara akan dijalankan oleh perusahaan profesional," tegas Luhut.Baca Juga: Hotman Paris Sakit, Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Razman Arif Nasution Ditunda
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan bahwa peluncuran Badan Pengelola Investasi Danantara akan dilakukan pada Senin (24/2) mendatang.
Prabowo juga menjelaskan arti dari nama Danantara yang ia pilih sendiri. Nama tersebut merupakan kependekan dari Daya Anagata Nusantara, yang berarti kekuatan atau energi masa depan Indonesia.
Sebagai bentuk pengawasan, Prabowo meminta seluruh mantan Presiden Republik Indonesia (RI) untuk ikut terlibat dalam mengawasi pengelolaan Danantara.
Tak hanya itu, ia juga mempertimbangkan untuk melibatkan para pemimpin organisasi keagamaan sebagai bagian dari pengawas lembaga tersebut.
"Danantara adalah kekuatan energi masa depan, dan ini harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, saya meminta semua presiden sebelum saya berkenan menjadi pengawas dana ini," ungkap Prabowo dalam peringatan HUT Gerindra beberapa waktu lalu.
Editor : Moch Vikry Romadhoni