Belakangan ini ramai di sosial media orang yang hendak ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dengan cara menempuh perjalan dengan jalan kaki. Dengan menggunakan perlenhgkapan dan persiapan seadanya, mereka nekat berjalan kaki menuju Mekkah.
Secara teori, jalan kaki dari Indonesia ke Mekkah memang memungkinkan, tetapi dalam praktiknya sangat sulit dan penuh tantangan ekstrem. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah:
-
Jarak yang Sangat Jauh
Baca Juga: 100 Hari Kerja Nasaruddin Umar: Efisiensi, Transparansi, dan Penurunan Biaya Haji
Perjalanan dari Indonesia ke Mekkah bisa mencapai lebih dari 10.000 km tergantung rute yang diambil. Jika berjalan kaki rata-rata 30 km per hari, perjalanan bisa memakan waktu lebih dari 1 tahun. -
Batas Negara dan Visa
Banyak negara yang harus dilewati, seperti Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Iran, dan Arab Saudi. Setiap negara memiliki aturan visa yang berbeda, dan tidak semua memperbolehkan perjalanan darat dengan mudah. -
Kondisi Medan dan Cuaca
Perjalanan akan melalui berbagai medan ekstrem, mulai dari hutan tropis di Asia Tenggara, pegunungan di Himalaya, hingga gurun di Timur Tengah. Suhu bisa sangat panas atau dingin tergantung musim. -
Keamanan dan Kendala Logistik
Beberapa negara yang dilewati memiliki risiko konflik, kejahatan, dan aturan ketat terhadap pejalan kaki asing. Selain itu, perjalanan memerlukan persediaan makanan, air, tempat istirahat, dan dana yang cukup. -
Sejarah Pejalan Kaki ke Mekkah
Dulu, sebelum adanya pesawat, orang-orang memang berjalan kaki atau naik unta untuk berhaji. Namun, di era modern, sebagian besar perjalanan dilakukan dengan transportasi udara, darat, atau laut karena lebih praktis dan aman.
Meskipun tantangan besar, ada beberapa orang yang pernah berjalan kaki ke Mekkah. Salah satu yang terkenal adalah Muhammad Huzaifah, pria asal India yang berjalan kaki ribuan kilometer menuju Mekkah.
Jika benar-benar ingin mencoba, persiapan matang sangat diperlukan, termasuk perencanaan rute, dokumen perjalanan, serta dukungan logistik dan keamanan.
Editor : Moch Vikry Romadhoni