Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Kapolri dan PBNU Bahas Keberagaman hingga Kekerasan di Pendidikan, Ini Langkah Konkret Polri

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 13 Februari 2025 | 02:50 WIB

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai bertemu Ketua PBNU Alissa Wahid.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai bertemu Ketua PBNU Alissa Wahid.

Radar Pasuruan - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Ketua PBNU Alissa Wahid dalam sebuah audiensi yang membahas berbagai isu kebangsaan. Diskusi ini menyoroti pentingnya menjaga keberagaman, serta mengatasi kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kapolri menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk menjaga keberagaman sebagai aset bangsa.

"Kami berkomitmen untuk terus menjaga keberagaman dan toleransi. Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang majemuk, dan keberagaman ini adalah kekuatan yang harus kita jaga bersama," ujar Kapolri usai pertemuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025) dilansir dari Jawa Pos.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri didampingi sejumlah pejabat tinggi Polri, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Syahardiantono, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, serta beberapa perwira lainnya.

Sementara itu, Alissa Wahid hadir bersama jajaran PBNU, termasuk Wasekjen PBNU Mahrus Elmawa dan Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah.

Kapolri menegaskan bahwa Polri akan mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti pembahasan terkait toleransi dan berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat.

"Oleh karena itu, kami akan melaksanakan kerja sama lanjutan terkait isu-isu yang menjadi perhatian NU dan berbagai pihak lainnya," tegasnya.

Di sisi lain, Alissa Wahid menyoroti persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk di sekolah, madrasah, dan pesantren.

Ia menegaskan bahwa PBNU tengah berupaya meminimalisasi hingga memberantas kekerasan di lembaga pendidikan.

"Isu kekerasan di lembaga pendidikan menjadi perhatian utama kami. PBNU telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini," ujar Alissa.

Selain itu, Alissa menekankan pentingnya dukungan Polri dalam menangani kekerasan di pesantren dan mengatasi ancaman radikalisme yang masih ada di masyarakat.

 

"Radikalisme masih menjadi tantangan yang perlu diwaspadai karena bertentangan dengan prinsip hubbul wathan minal iman yang dipegang NU. Kami bersyukur dapat berdiskusi secara mendalam dengan Kapolri," tambahnya.

Pertemuan ini menunjukkan sinergi antara Polri dan PBNU dalam menjaga persatuan bangsa serta menghadapi berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#polri #pbnu #pendidikan #audiensi