Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

SNBP 2025 Bermasalah, Rektor Unair Usul Tidak Ada Perpanjangan PDSS untuk Efek Jera

Moch Vikry Romadhoni • Minggu, 9 Februari 2025 | 02:28 WIB

 

Siswa SMKN 2 Solo gelar aksi demonstrasi karena terancam tak bisa daftar SNBP buntut kelalaian pihak sekolah, Senin (3/2/2025).
Siswa SMKN 2 Solo gelar aksi demonstrasi karena terancam tak bisa daftar SNBP buntut kelalaian pihak sekolah, Senin (3/2/2025).

Radar Pasuruan - Kesalahan pihak sekolah dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) menimbulkan polemik besar.

Banyak siswa yang seharusnya berhak mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 kini terancam tidak bisa mendaftar.

Di beberapa daerah, seperti SMK Negeri 2 Solo dan SMA Negeri 4 Palembang, para siswa menggelar aksi protes sebagai bentuk kekecewaan mereka.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Airlangga, Prof. Mohammad Nasih, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti keputusan yang diambil oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

"Kalau perpanjangan mau dibuka, silakan. Kalau tidak, juga tidak masalah. Tapi menurut saya, sebaiknya tidak perlu dibuka," ujar Nasih setelah menghadiri Airlangga Education Expo 2025 di Kampus Unair C, Surabaya, Jumat (7/2) dilansir dari Jawa Pos.

Nasih menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah hal baru. Setiap tahun, selalu ada sekolah yang lalai dalam pengisian PDSS, sehingga menyebabkan siswanya gagal mendaftar SNBP.

"Harusnya aturan ini ditegakkan dengan tegas. Waktu pengisian PDSS sudah diberikan cukup lama, dari awal Januari hingga akhir bulan, tapi masih ada sekolah yang tidak mengisinya," jelasnya.

Berdasarkan laman resmi snpmb.bppp.kemdikbud.go.id, sekolah memiliki waktu dari 6 hingga 31 Januari 2025 untuk mengisi PDSS. Proses pengisiannya pun telah dijelaskan secara rinci di portal tersebut.

Oleh karena itu, Nasih menilai bahwa tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak menyelesaikan kewajiban tersebut.

"Ini jelas keteledoran dari pihak sekolah. Informasi sudah disebarkan melalui berbagai media, mulai dari koran hingga televisi. Tapi tampaknya ada sekolah yang kurang memperhatikan," lanjutnya.

 

 

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu berharap agar tidak ada perpanjangan waktu pengisian PDSS sebagai bentuk pembelajaran bagi sekolah yang lalai.

"Kalau sekarang diberikan kelonggaran, tahun depan kesalahan yang sama bisa terulang. Mereka akan berpikir tidak apa-apa, toh nanti akan diperpanjang lagi. Hal ini yang harus dicegah," pungkas Nasih.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pdss #rektor unair #SNBP #sekolah #siswa