Radar Pasuruan - Tanggal 21 Oktober 2024 menjadi momen bersejarah dengan pelantikan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Nasaruddin Umar, yang dipercaya memimpin Kementerian Agama. Sosok ulama, intelektual, dan tokoh moderasi agama ini dinilai membawa kepemimpinan yang visioner dan tegas.
Dilansir Dari Antara, baru beberapa hari menjabat, Nasaruddin sowan ke KPK dan Kejaksaan Agung untuk memastikan kedua lembaga ini mengawal program kerja di Kemenag.
Ia juga mengadopsi metode retret untuk menyamakan visi-misi antara pemimpin dan jajaran aparatur.
Retret di Bogor menjadi langkah awal untuk menekankan efisiensi, termasuk pengurangan perjalanan dinas, optimalisasi teknologi digital, dan pembatasan izin ke luar negeri.
Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo yang ingin mencegah pemborosan anggaran agar dapat dialokasikan untuk program langsung bagi masyarakat.
Nasaruddin juga melarang jajarannya menerima hadiah dalam bentuk apapun, untuk mencegah potensi gratifikasi.
Ia bahkan melaporkan sendiri gratifikasi yang diterimanya ke KPK.
Kemenag di bawah Nasaruddin fokus pada keberlanjutan, transparansi, dan hasil yang dapat diukur.
Tiga inovasi besar selama 100 hari kerja mencakup penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), pengembangan kurikulum berbasis cinta, dan sertifikasi guru agama.
Untuk BPIH, Kemenag dan Komisi VIII DPR RI sepakat menurunkan rata-rata biaya menjadi Rp89.410.258,79 dibandingkan Rp93.410.286,00 pada 2024.
Turunnya biaya ini berdampak pada penurunan Bipih yang dibayar jamaah menjadi Rp55.431.750,78. Presiden bahkan meminta agar biaya ini dapat ditinjau kembali untuk penyelenggaraan berikutnya.
Di bidang pendidikan, Nasaruddin memperkenalkan kurikulum berbasis cinta untuk memperkuat toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Kurikulum ini menekankan nilai kasih sayang, empati, dan pengertian, selain aspek akademik. Pendidikan agama yang inklusif bertujuan membentuk generasi yang harmonis, humanis, dan toleran.
Dalam hal kesejahteraan guru, Kemenag menargetkan 625.481 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) hingga 2026.
Program ini mencakup guru dari berbagai agama dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan sekaligus profesionalisme guru dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik.
Nasaruddin Umar dinilai sebagai menteri dengan kinerja terbaik di Kabinet Merah Putih berdasarkan evaluasi CELIOS.
Lima indikator penilaian, yakni pencapaian program, kesesuaian kebijakan dengan kebutuhan publik, kualitas kepemimpinan, tata kelola anggaran, dan komunikasi kebijakan, mengantarkan Menag meraih nilai mendekati sempurna.
Menanggapi penilaian ini, Nasaruddin menyebutnya sebagai dorongan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi umat beragama di Indonesia.
"Fokus kita adalah bagaimana umat dapat merasakan kehadiran Kementerian Agama melalui layanan yang semakin baik dan bermutu," tutupnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni