Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Wamenpar: Pembatasan Wisatawan di Candi Borobudur untuk Lindungi Warisan Dunia

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 28 Januari 2025 | 02:27 WIB

 

Ilustrasi- Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur.
Ilustrasi- Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur.

Radar Pasuruan - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meminta masyarakat dan pelaku wisata memahami kebijakan pemerintah terkait pembatasan jumlah wisatawan yang diizinkan menaiki struktur Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam pernyataannya di Sleman, D.I. Yogyakarta, Senin, Ni Luh Puspa menyebut pembatasan ini sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan situs warisan budaya dunia tersebut.

"Candi Borobudur berada di bawah pengawasan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Dunia pun menaruh perhatian besar pada keberlanjutan candi ini," jelasnya dilansir dari Antara.

Pernyataan ini menanggapi munculnya spanduk protes di kawasan Candi Borobudur yang menyatakan kebijakan pembatasan telah menurunkan pendapatan masyarakat sekitar akibat berkurangnya wisatawan.

Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pembatasan wisatawan ke struktur bangunan candi bertujuan melindungi fisik candi dari potensi kerusakan. "Jika terjadi kerusakan, statusnya sebagai warisan dunia bisa dicabut," katanya.

Langkah tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung serta menjaga kualitas wisata di salah satu destinasi unggulan Indonesia.

"Kebijakan ini telah diambil dengan pertimbangan yang matang dan demi kebaikan Candi Borobudur. Kita perlu menghargai langkah ini," tambahnya.

Wamenpar juga menyampaikan keyakinannya bahwa pengembangan kawasan penyangga di sekitar candi oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) akan membantu menjaga kunjungan wisata ke kawasan tersebut.

"Dengan upaya ini, saya optimis wisatawan tetap akan mengunjungi wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah," pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#candi borobudur #Wamenpar #wisata #pembatasan #warisan dunia