Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Menteri Satryo Soemantri dan Pegawai Kemendikti Saintek Capai Kesepakatan Damai

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 21 Januari 2025 | 20:24 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro (kedua kanan) dan wakil menteri Fauzan mengikuti rapat kerja dengan Komite III DPR RI.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro (kedua kanan) dan wakil menteri Fauzan mengikuti rapat kerja dengan Komite III DPR RI.

Radar Pasuruan - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro akhirnya berdamai dengan Pranata Humas Ahli Muda dan Pj Rumah Tangga Kemendikti Saintek, Neni Herlina.

Perdamaian tersebut tercapai dalam pertemuan yang digelar di rumah dinas Satryo di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada Senin (20/1) malam.

“Iya benar. Rekonsiliasi sudah dilakukan kemarin malam di rumah Pak Menteri di Widya Chandra, dari jam 19.30 hingga 21.00 lebih. Dialognya berlangsung secara kekeluargaan untuk menjalin silaturahmi,” ujar Sekjen Kemendikti Saintek Togar Simatupang dilansir dari JawaPos.com, Selasa (21/1).

Dalam pertemuan itu, Togar turut mendampingi Satryo dan Neni, yang juga ditemani Koordinator Paguyuban ASN Kemendikti Saintek, Suwitno.

Sebelumnya, aksi demonstrasi dilakukan ASN di depan Gedung Kemendikti Saintek pada Senin (20/1).

Togar menjelaskan, unjuk rasa tersebut dipicu perombakan besar-besaran di lingkungan kementerian akibat reorganisasi dari organisasi induk menjadi tiga kementerian baru.

“Pemekaran ini menciptakan suasana baru dan menimbulkan penyesuaian, yang dapat memicu miskomunikasi, salah persepsi, hingga perbedaan kultur,” jelas Togar.

Dalam situasi tegang, menurutnya, unjuk rasa bisa dengan mudah terjadi sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan.

Togar menegaskan, pegawai tetap memiliki kebebasan untuk menyuarakan pendapat, termasuk melalui aksi unjuk rasa, meski sebenarnya masih ada banyak cara lain untuk menyampaikan aspirasi.

Ia juga membantah tuduhan bahwa Menteri Satryo menampar Neni Herlina.

Menurut Togar, isu tersebut hanyalah ekspresi sarkastis yang disampaikan beberapa ASN sebagai bentuk frustrasi akibat mutasi jabatan.

 

“Isu itu tidak benar. Kemarin juga dibahas dalam pertemuan. Ada bahasa yang hiperbolis untuk menarik perhatian, namun itu sebenarnya hanya ekspresi kekesalan. Kami tetap mempersilakan mereka untuk menyuarakan aspirasi, tetapi harus bertanggung jawab,” tutup Togar.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#menteri #Satryo Soemantri Brodjonegoro #pegawai #damai #Mendikti Saintek