Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Gunung Ibu Naik Status Awas: 221 Warga Dievakuasi, Pos Komando Dibentuk

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 18 Januari 2025 | 01:58 WIB

 

Dokumentasi letusan Gunung Ibu dengan tinggi kolom 1.500 meter pada pukul 15:44 WIT.
Dokumentasi letusan Gunung Ibu dengan tinggi kolom 1.500 meter pada pukul 15:44 WIT.

Radar Pasuruan - Pos Pemantauan Gunung Ibu mencatat delapan kali erupsi pada Jumat (17/1), dengan kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak.

Status gunung yang terletak di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dinaikkan ke level IV atau awas pada Rabu (17/1).

Menanggapi peningkatan status tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menetapkan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Ibu melalui Surat Keputusan Nomor 33/KPTS/I/2025.

Masa tanggap darurat berlaku selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Januari 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengerahkan bantuan untuk penanganan situasi ini.

"Guna memperlancar koordinasi penanganan darurat, pemerintah telah membentuk Pos Komando yang dipimpin oleh Dandim 1501/Ternate. Pos Komando berlokasi di kantor Bupati Halmahera Barat," ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dilansir dari Jawa Pos.

Hari ini, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Ibu mengevakuasi warga dari lima desa di Kecamatan Tabaru: Desa Sosangaji, Desa Tuguis, Desa Togoreba Sungi, Desa Borona, dan Desa Todoke.

Proses evakuasi melibatkan personel TNI untuk memastikan keselamatan warga.

"Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kelima desa tersebut berpotensi terdampak ancaman lahar dan lava pijar dari erupsi Gunung Ibu," jelas Abdul Muhari.

Sebelumnya, pada Kamis (16/1), petugas telah memindahkan warga Desa Sangaji Nyeku ke titik pengungsian di Gereja Tongotesungi.

Desa ini berada dalam radius 3,7 kilometer dari puncak gunung. Hingga saat ini, total pengungsi mencapai 221 jiwa.

 

BNPB mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait erupsi Gunung Ibu.

Mengingat saat ini memasuki musim panen pala, BNPB meminta para petani di desa-desa terdampak untuk bekerja di kebun secara berkelompok pada siang hari dan kembali ke tempat pengungsian di malam hari.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bencana #gunung #bnpb #ibu #erupsi