Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Perubahan Iklim Kian Parah, Oxfam Desak Pajak Tinggi untuk Jet Pribadi dan Kapal Pesiar

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 14 Januari 2025 | 02:39 WIB
Ilustrasi pesawat jet pribadi yang menghasilkan emisi karbon yang besar.
Ilustrasi pesawat jet pribadi yang menghasilkan emisi karbon yang besar.

Radar Pasuruan - Analisis terbaru Oxfam mengungkapkan bahwa hanya dalam 10 hari pertama tahun 2025, 1 persen individu terkaya di dunia telah menggunakan jatah emisi karbon tahunan mereka.

Temuan ini menunjukkan kesenjangan besar dalam kontribusi terhadap perubahan iklim antara kelompok kaya dan miskin.

Rata-rata, kelompok terkaya menghasilkan 2,1 ton karbon dioksida (CO₂) hanya dalam waktu

10 hari, jumlah yang setara dengan emisi individu dari 50 persen populasi termiskin selama tiga tahun.

“Masa depan planet kita berada di ujung tanduk. Namun, individu super kaya dibiarkan terus menjalani gaya hidup mewah dan investasi yang mencemari,” ujar Chiara Liguori, penasihat kebijakan keadilan iklim senior Oxfam GB dilansir dari Jawa Pos.

Emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil—digunakan untuk listrik, industri, transportasi, dan pemanasan—menyebabkan efek rumah kaca.

Akumulasi gas ini memperburuk perubahan iklim, yang berdampak pada stabilitas ekosistem selama ribuan tahun terakhir.

Meskipun negara-negara berkomitmen membatasi pemanasan global hingga 1,5°C di atas tingkat pra-industri, target ini semakin sulit tercapai karena emisi tinggi dari kelompok terkaya.

Dampaknya terlihat dalam bentuk bencana seperti kekeringan, badai, dan gelombang panas, yang memicu krisis pangan dan kerusakan lingkungan lainnya.

Kelompok terkaya—sekitar 77 juta orang dengan penghasilan lebih dari USD 140.000 per tahun (sekitar Rp 2,2 miliar)—menyumbang emisi tahunan dua kali lipat lebih besar dibandingkan 50 persen populasi termiskin.

Ironisnya, kelompok termiskin yang paling sedikit berkontribusi terhadap krisis ini justru menderita dampaknya paling parah.

Penelitian tahun 2023 menunjukkan emisi dari kelompok kaya ini dapat menyebabkan 1,3 juta kematian akibat panas ekstrem dalam beberapa dekade mendatang.

Misalnya, dua jet pribadi milik Jeff Bezos menghasilkan emisi setara dengan emisi seorang karyawan Amazon selama 207 tahun. Kapal pesiar keluarga Walton, pewaris Walmart, menghasilkan 18.000 ton emisi karbon per tahun, setara dengan emisi 1.714 pekerja Walmart.

Oxfam menegaskan, untuk mencapai target pemanasan 1,5°C, kelompok terkaya harus mengurangi emisi hingga 97 persen dari tingkat emisi 2015 pada tahun 2030. Namun, prediksi menunjukkan mereka hanya akan mengurangi 5 persen.

Oxfam mendesak pemerintah untuk lebih tegas dalam menangani emisi kelompok terkaya, termasuk menaikkan pajak pada barang mewah seperti jet pribadi dan kapal pesiar.

“Pemerintah harus berhenti memanjakan para pencemar kaya dan meminta mereka membayar bagian mereka atas kerusakan planet,” kata Liguori.

Upaya global yang lebih terkoordinasi dan kebijakan yang adil diharapkan dapat mengurangi dampak perubahan iklim.

Namun, keberhasilan upaya ini bergantung pada komitmen bersama untuk menegakkan keadilan iklim.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kaya #Oxfam #jet #iklim