Radar Pasuruan - Pratiwi Noviyanthi, atau yang akrab disapa Novi, menjadi sorotan publik terkait gaya hidupnya yang dianggap hedonis di tengah perseteruannya dengan Agus Salim, korban penyiraman air keras.
Novi dituding memiliki harta melimpah yang diduga berasal dari aktivitas sebagai "ani-ani" (perempuan simpanan), di luar kegiatannya di yayasan. Namun, Novi dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
"Tidak benar dibilang ani-ani ya. Jadi konten kreator sebenarnya sudah sangat cukup ya untuk memenuhi kehidupan aku," ujar Novi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (3/1) dilansir dari Jawa Pos.
Novi menjelaskan bahwa penghasilannya sebagai konten kreator di YouTube lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sebagian dari penghasilannya bahkan digunakan untuk mendukung operasional yayasan yang dikelolanya.
"Sangat disayangkan ketika penghasilan kita dipertanyakan oleh orang yang juga berprofesi sebagai konten kreator," keluh Novi.
Novi mengungkapkan bahwa tahun 2024 merupakan masa terberat dalam hidupnya.
Selama 3,5 bulan terakhir, ia menghadapi berbagai tekanan, baik dari kasus yang menjeratnya maupun serangan terhadap sisi personal kehidupannya.
"Tahun 2024 jadi tahun terberat banget buat saya. Fisik, mental, kita diserang. Masalahnya bukan cuma fokus di kasusnya saja, sisi personal juga diserang. Itu kena di mental saya. Capek," tuturnya.
Novi menegaskan bahwa semua tudingan terhadap dirinya, termasuk soal gaya hidup dan tuduhan sebagai ani-ani, adalah fitnah.
Ia berharap masyarakat lebih bijak dalam menilai dan menghormati privasi orang lain, terutama dalam situasi yang melibatkan konflik pribadi.
Editor : Moch Vikry Romadhoni