Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Dosen di Mataram Terlibat Kasus Pencabulan dengan Modus Zikir Zakar , 22 Korban Melapor ke Polisi

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 3 Januari 2025 | 03:51 WIB
Ilustrasi kaum LGBT (Canva)
Ilustrasi kaum LGBT (Canva)

Radar Pasuruan - Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang dosen berinisial RL di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), semakin mengungkap sisi gelap dari tindak kejahatan tersebut.

Hingga kini, jumlah korban terus bertambah, dengan 22 orang yang melaporkan tindakan bejat ini kepada pihak kepolisian.

RL, yang diketahui mengajar di perguruan tinggi negeri dan dua kampus swasta di NTB, diduga melakukan aksinya dengan berbagai modus manipulatif.

Aksi pelecehan ini terungkap setelah salah satu korban berani melapor ke Polda NTB, yang kemudian disusul oleh sembilan korban lainnya.

Pelaku diketahui memanfaatkan pendekatan manipulatif untuk menarik perhatian korban, dengan mengajak mereka mengikuti diskusi ilmiah dan pendekatan pseudo-spiritual.

RL menawarkan konsep yang disebut "zikir zakar", yang menggabungkan kajian ilmiah dan spiritual, di mana ia meyakini bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dalam keadaan berzikir, dan bagian vital tubuh seperti kelamin adalah pengingat Tuhan.

Dengan dalih tersebut, RL melakukan pelecehan seksual terhadap korban, dengan cara memegang kemaluan korban sambil berzikir.

Selain itu, pelaku juga menawarkan ritual mandi suci yang ternyata digunakan untuk pelecehan seksual.

Banyak korban yang awalnya merasa janggal, namun tidak berani berbicara karena malu atau merasa bahwa kejadian tersebut adalah aib pribadi.

Baca Juga: Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual Melalui Chat yang Perlu Diwaspadai

Sabri, pendamping korban dari LSM Sasaka Nusantara, menyebutkan bahwa beberapa korban mengalami penyimpangan seksual akibat pelecehan tersebut, bahkan ada yang mengaku lebih tertarik pada sesama jenis.

"Paling parah ada korban yang sudah tidak tertarik lagi dengan perempuan," ungkapnya.

Jumlah korban kini terus bertambah, dengan total 22 orang yang terdiri dari mahasiswa dan alumni, meskipun tidak ada korban di bawah umur yang melapor.

Polda NTB telah mengamankan RL dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, mengumpulkan alat bukti tambahan serta memeriksa saksi-saksi.

"Kami butuh informasi sebanyak mungkin. Selain keterangan korban sebagai pelapor, kami sedang mendalami alat bukti lain," terang Kombes Pol Syarif Hidayat, Direktur Reskrimum Polda NTB.


Rekomendasi Judul:

  1. Dosen Mataram Terungkap, 22 Korban Lapor ke Polda NTB
  2. Pelecehan Seksual Berkedok Spiritual, 22 Korban Dosen di Mataram Lapor Polisi
  3. Kasus Pencabulan Dosen Mataram Meningkat, Korban Mengalami Penyimpangan Seksual
Editor : Moch Vikry Romadhoni
#mataram #ntb #dosen #pelecehan