Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Rakyat Suriah Berburu Kerabat yang Hilang di Tengah Kekacauan Pasca-Rezim Assad

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 11 Desember 2024 | 21:35 WIB

 

SASARAN KEMARAHAN: Kondisi kediaman Bashar Al Assad di Al Muhajirin, Damaskus, setelah mantan pengusa Syria itu melarikan diri ke Moskow.
SASARAN KEMARAHAN: Kondisi kediaman Bashar Al Assad di Al Muhajirin, Damaskus, setelah mantan pengusa Syria itu melarikan diri ke Moskow.

Radar Pasuruan - Setelah rezim Bashar Al Assad berhasil ditumbangkan, proses pengalihan kekuasaan di Suriah segera dilakukan. Pemimpin pemberontak, Abu Mohammed Al Golani, yang memiliki nama asli Ahmed Al Sharaa, telah bertemu dengan Perdana Menteri Suriah Mohammed Al Jalali pada Senin (9/12).

Para pemberontak berjanji akan memastikan penyediaan layanan publik bagi rakyat.

Mencari Kerabat yang Hilang
Rezim keluarga Al Assad, dari Hafez hingga Bashar, dikenal otoriter dan brutal. Kompleks penjara dan pusat penahanan yang kejam menjadi simbol pemerintahan ini, di mana banyak oposisi dipenjarakan.

Setelah jatuhnya rezim Bashar, ribuan warga mencari kerabat yang hilang. Salah satunya Aida Taha, seorang pria berusia 65 tahun.

“Saya seperti orang gila, berkeliling mencari saudara laki-laki saya yang ditangkap sejak 2012,” ungkapnya.

Sementara itu, parlemen Suriah yang sebelumnya mendukung rezim Al Assad kini mengalihkan dukungan kepada rakyat untuk membangun masa depan Suriah yang baru.

Tuntutan PBB dan Keberadaan Assad
PBB menyerukan agar siapa pun yang berkuasa di Suriah harus mempertanggungjawabkan tindakan rezim sebelumnya. Namun, hingga kini, belum ada kepastian apakah Bashar Al Assad akan diadili.

Lokasinya juga masih simpang siur. Pemerintah Rusia membantah bahwa Assad berada di Moskow.

“Jika Rusia memberikan suaka kepada Assad dan keluarganya, itu akan menjadi keputusan Presiden Vladimir Putin,” ujar Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin.

Di sisi lain, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada Fawaz Akhras, ayah mertua Assad, yang diduga mendukung rezim tersebut.

Fawaz, seorang dokter jantung dengan kewarganegaraan ganda Suriah dan Inggris, diduga meninggalkan rumahnya di Inggris dan menuju Moskow bersama istrinya, seorang diplomat pensiunan.

 

Turki Membuka Perbatasan
Turki mulai membuka kembali perbatasan Yayaldagi, yang telah ditutup sejak 2013 akibat konflik. Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan langkah ini diambil untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan memperlancar proses pemulangan sukarela para migran Suriah.

“Kami membuka gerbang perbatasan untuk memperlancar lalu lintas. Proses pemulangan sukarela akan dikelola sesuai dengan kebijakan kami,” jelas Erdogan.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Kerabat #warga #suriah #Rezim #bashar al assad