Radar Pasuruan - Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama, Gus Miftah, mendapat teguran dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya karena ucapannya yang dianggap melecehkan pedagang es teh dalam sebuah ceramah.
Menanggapi hal tersebut, Gus Miftah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji untuk lebih berhati-hati dalam berbicara di depan umum.
Insiden tersebut bermula dari sebuah video yang viral, memperlihatkan Gus Miftah melontarkan candaan kepada pedagang es teh yang sedang menawarkan dagangannya kepada jamaah.
"Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab yang hari ini berada di Kupang untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum," kata Gus Miftah.
Ia mengaku bahwa candaannya tersebut berlebihan dan akan menjadikannya sebagai bahan introspeksi.
Gus Miftah juga berkomitmen untuk meminta maaf langsung kepada pihak yang bersangkutan.
"Kemudian yang kedua, saya juga minta maaf atas kegaduhan ini yang merasa terganggu dengan candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan untuk itu saya minta maaf," katanya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni