Radar Bromo - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan bahwa anggaran Rp10.000 per porsi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melalui uji coba di Sukabumi, Jawa Barat.
Uji coba tersebut menunjukkan bahwa anggaran itu cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
"Rata-rata indeks uji coba kami di Sukabumi tidak jauh dari yang disebutkan Pak Presiden, gizi seimbang dengan kalori sesuai kebutuhan," ujar Dadan, Sabtu (29/11) dilansir dari Jawa Pos.
Program MBG mulai diuji coba sejak Januari 2024 di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Uji coba melibatkan 3.000 pelajar dari 20 sekolah, mulai PAUD hingga SMA.
Setiap penerima manfaat mendapatkan alokasi Rp5 juta per tahun, dengan angka sasaran nasional mencapai 457 ribu penerima.
Anggaran Rp10.000 per porsi ini digunakan untuk membeli bahan baku, yang kemudian diolah di lokasi dengan melibatkan masyarakat dan usaha katering lokal.
makanBaca Juga: 174 KK di Kota Pasuruan Masuk Miskin Ekstrem, Sehari Keluarkan Rp 10.800 untuk Makan
Pemerintah pusat sepenuhnya menanggung pembiayaan ini, sehingga tidak memberatkan pemerintah daerah.
Dadan juga menyebutkan bahwa implementasi program di lapangan akan fleksibel.
Jika suatu daerah menghabiskan anggaran lebih sedikit, dana sisanya dapat dialihkan ke wilayah lain dengan kebutuhan lebih besar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan indeks anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp10.000 per anak atau ibu hamil per hari.
Meskipun pemerintah awalnya ingin menetapkan Rp15.000 per porsi, kondisi anggaran saat ini baru memungkinkan angka Rp10.000.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Editor : Moch Vikry Romadhoni