Radar Bromo - Pernahkah memperhatikan jari-jari tangan menjadi keriput setelah lama berendam di air, seperti saat mandi atau berenang?
Fenomena ini bukan hanya hal sepele, tetapi juga memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.
Jari yang keriput saat terkena air terlalu lama adalah respons alami tubuh untuk meningkatkan cengkeraman pada permukaan basah.
Baca Juga: Bagi Kamu yang Merasa Memiliki Bau Ketiak, Lakukan Hal Ini untuk Ketiakmu Lebih Wangi
Proses ini dikendalikan oleh sistem saraf otonom, yang secara otomatis mengatur berbagai fungsi tubuh tanpa kita sadari.
Ketika jari berada dalam air, pembuluh darah di bawah kulit menyempit karena sinyal dari saraf.
Proses ini menyebabkan lapisan kulit di atasnya tampak menyusut atau keriput.
Baca Juga: Jadi Menu Favorit Takjil Buka Puasa, Ini 10 Manfaat Kolang-kaling
Penelitian menunjukkan bahwa respons ini adalah adaptasi evolusi yang membantu nenek moyang kita untuk memegang benda di lingkungan basah.
Uniknya, fenomena ini hanya terjadi pada jari tangan dan kaki yang memiliki lapisan tebal kulit serta koneksi saraf.
Jika saraf di jari terganggu, keriput tidak akan muncul meskipun terendam air lama. Hal ini menunjukkan bahwa saraf memainkan peran penting dalam mekanisme ini.
Baca Juga: Lakukan Latihan Ini Agar Tubuh Cepat Tumbuh Tinggi
Keriput pada jari akibat air tidak berbahaya. Namun, jika terjadi tanpa kontak dengan air, hal itu dapat menjadi tanda masalah kesehatan, seperti dehidrasi atau gangguan pada pembuluh darah dan saraf.
Meskipun terdengar sederhana, kemampuan ini ternyata sangat bermanfaat, terutama saat kita harus memegang benda licin.
Dengan permukaan jari yang keriput, daya cengkeram menjadi lebih kuat, mirip dengan pola pada ban mobil yang dirancang untuk mencegah tergelincir di jalan basah.
Jadi, lain kali saat melihat jari keriput setelah lama berendam, ingatlah bahwa tubuh Anda sedang menyesuaikan diri untuk membantu Anda beradaptasi dengan lingkungan. (don)
Editor : Moch Vikry Romadhoni