SURABAYA –Industri mainan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan beberapa tahun terakhir.
Pelaku bisnis mainan pun berupaya mendorong Surabaya sebagai hub industri mainan internasional.
Hal tersebut dilakukan dengan mengadakan pameran berikat.
Chief Executive Officer Tritunggal Abadi Jaya Indonesia Hardy Pangdani menyatakan, industri mainan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasar data Asosiasi Industri Mainan Indonesia (AIMI), nilai pasar mainan pada 2022 mencapai Rp 10 triliun. Angka itu meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.
’’Tahun lalu industri mainan juga meningkat 15 persen lagi menjadi Rp 11,5 triliun,’’ ujarnya di sela soft launching pameran Indonesia Toys Paradise (ITP) di Surabaya kemarin (1/8).
Dia menjelaskan, pertumbuhan ini didorong peningkatan daya beli masyarakat.
Selain itu, peningkatan populasi anak-anak, urbanisasi, dan penetrasi e-commerce turut mendukung perkembangan ini.
Melihat tren ini, Hardy memprediksi kenaikan industri tahun ini ada di kisaran 10–12 persen.
’’Karena itu, investasi dalam inovasi produk, peningkatan kualitas, dan ekspansi ke pasar internasional diperlukan untuk menjadi pendorong utama pertumbuhan ini,’’ tegasnya.
Meski demikan, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya, kemampuan membangun kolaborasi untuk mendorong daya inovasi.
Padahal, hal tersebut diperlukan untuk meningkatkan akses pasar serta kemampuan kapasitas produksi.
Hardy berharap Indonesia Toys Paradise (ITP) bisa menjadi pendorong yang cocok.
Sebab, pameran berikat itu nanti berjalan selama setahun. Pelaku industri nasional maupun asing nantinya diberi insentif penangguhan bea impor untuk keperluan pameran.
’’Harapannya bisa menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara. Dengan begitu, UMKM di sektor industri mainan anak juga bisa naik kelas,’’ tuturnya. (bil/c14/dio/JawaPos)
Editor : Muhammad Fahmi