Radar Pasuruan - Pada Sabtu (25/1), Lorong Sejarah Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi dibuka untuk umum.
Lorong ini merupakan hasil inisiasi Presiden Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Ia menambahkan berbagai artefak dan data historis perjuangan bangsa melawan penjajah hingga era kontemporer, menciptakan ruang edukasi di area perkantoran Kemhan.
Dilansir dari Jawa Pos kini, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan gagasan tersebut dengan membuka Lorong Sejarah untuk publik.
Meski baru dibuka satu kali dalam sebulan, terdapat kemungkinan frekuensi kunjungan akan ditingkatkan menjadi mingguan di masa depan.
Hal ini karena lorong tersebut merupakan area kerja pejabat Kemhan yang juga sering digunakan untuk berbagai aktivitas.
Menurut Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kemhan, Lorong Sejarah Kemhan menjadi simbol pengingat atas perjuangan bangsa dari masa kemerdekaan hingga 2019.
“Lorong ini menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya melibatkan tentara, tetapi juga rakyat sebagai elemen penting bangsa,” ujar Frega.
Untuk mengakses Lorong Sejarah, pengunjung cukup memiliki tiket Museum Nasional yang akan digunakan untuk mendaftar. Saat ini, akses hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) dan tanpa biaya.
Pembukaan lorong ini bertujuan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan mengenang jasa para pahlawan serta pendiri bangsa.
Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya Kemhan untuk menunjukkan keterbukaan kepada publik. ”
Kami ingin mengingatkan bahwa kemanunggalan antara tentara dan rakyat adalah ciri khas perjuangan bangsa kita,” imbuh Frega.
Lorong Sejarah diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Editor : Moch Vikry Romadhoni