Radar Pasuruan - Sebagai kota yang berada di kawasan segitiga emas, Kota Pasuruan dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kota maju. Pertumbuhan ekonomi kreatif yang terus bermunculan turut menjadi penggerak roda perekonomian di kota santri tersebut.
Sektor ekonomi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah karena terbukti mampu mendorong kemajuan wilayah. Sepanjang 2025, DPRD Kota Pasuruan telah berulang kali menerima aspirasi masyarakat terkait penguatan ekonomi lokal.
Wakil Ketua II DPRD Kota Pasuruan, M Gatot Adidoyo, mengaku kerap mendapat masukan agar aktivitas ekonomi di daerah terus bergerak. Menurutnya, peran pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, sejauh ini sudah berjalan meski belum sepenuhnya optimal.
“Meski masih sering di forum grup discussion (FGD), kehadiran pemerintah sifatnya masih mendampingi. Tapi memang belum hadir sepenuhnya sampai tuntas,” beber politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dengan latar belakang sebagai wiraswasta, Gatot memahami kebutuhan pelaku UMKM dan pengusaha. Ia menilai, selama ini pendampingan UMKM masih sebatas pelatihan dasar, padahal yang lebih dibutuhkan adalah pendampingan hingga benar-benar mandiri.
“Tapi yang sebenarnya dibutuhkan UMKM adalah pelatihan hingga menjadi mahir dan bisa mengurus izinnya. Maksudnya, setiap UMKM tentu sudah bisa produksi sendiri. Namun yang dibutuhkan itu adalah bagaimana setelah mereka memiliki usaha? Mulai dari proses perizinan usahanya hingga bantuan untuk memasarkan. Jika mereka dilatih dan dibimbing hingga punya perizinan yang legal, UMKM bakal lebih ngebut lagi,” kata Gatot.
Ia juga menyoroti tantangan digitalisasi. Tidak semua pelaku UMKM memahami karakter tiap platform media sosial, perpajakan, hingga ekosistem e-commerce yang kini semakin berkembang.
“Termasuk soal perpajakan hingga dunia e-commerce yang boleh dibilang masih segelintir UMKM mengetahuinya. Mereka bukan hanya butuh wadah pelatihan produk yang sudah mereka ketahui. Tetapi juga cara-cara pemasaran baru dari segala platform,” beber Gatot.
Selain UMKM, Gatot melihat peluang besar bagi Kota Pasuruan untuk menarik investor. Faktor jalur tol, upah minimum yang relatif kompetitif, serta ketersediaan lahan di wilayah utara dan timur menjadi daya tarik tersendiri.
Namun demikian, investor juga mempertimbangkan aspek keamanan dan kepastian usaha. Karena itu, Gatot menilai perlu adanya regulasi baru yang mendukung iklim investasi di Kota Pasuruan.
“Tetapi investor tidak hanya melihat itu saja. Namun perlu juga bagaimana keamanannya? Apakah tidak ada gangguan selama mereka produksi? Nah, di sinilah Kota Pasuruan perlu peraturan baru soal investasi yang mendukung tentang ini,” beber Gatot Adidoyo.
Atas dasar itu pula, Gatot bersama Fraksi PDI Perjuangan mendukung pembangunan Jalur Lingkar Utara (JLU). Keberadaan ring road diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan kawasan utara.
“Entah itu bisa pergudangan atau justru industri yang saya nilai sangat sexy dan bakal diminati calon investor,” kata Gatot.
Pengembangan kawasan utara diyakini akan membentuk ekosistem ekonomi baru yang saling terhubung. Mulai dari sektor industri, hunian, kuliner, hingga usaha penunjang lain yang pada akhirnya ikut menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas.
Editor : Moch Vikry Romadhoni