Radar Pasuruan - Persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Pasuruan terus dimatangkan.
Pada Senin (14/7), pemerintah kota menyelenggarakan tes fisik dan tes kesehatan bagi para calon siswa. Hasilnya, terdapat beberapa peserta yang diberikan obat karena memiliki riwayat penyakit.
Pelaksanaan tes dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, diawali dengan tes fisik yang digelar di halaman Gedung Kesenian Dharmoyudo.
Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan ini. Mereka diajak melakukan pemanasan dan berlari di sekitar halaman gedung.
Setelah itu, para peserta menjalani tes kesehatan secara bergantian di Gedung Gradhika.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Para siswa menjalani berbagai tahapan tes.
Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, pendengaran, hingga kemampuan penciuman.
Beberapa peserta diketahui memiliki riwayat penyakit dan diberi obat agar tidak mengganggu aktivitas selama berada di asrama.
Salah satunya bahkan memiliki penyakit kulit, namun dipastikan tidak menular dan hanya perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan para siswa secara umum cukup baik.
Namun, beberapa memang perlu pengobatan agar saat masuk asrama dalam kondisi sehat.
“Status mereka tetap sebagai siswa SR. Hanya saja beberapa perlu penanganan kesehatan,” kata Kokoh.
Sementara itu, Abdul Nafiq, salah satu calon siswa asal Jalan Slamet Riyadi, mengaku senang bisa diterima. “Saya tidak sabar ingin masuk sekolah. Tesnya tadi lancar, saya nggak takut,” ucapnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni