Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Jelang Idul Adha, Pemkab Pasuruan dan Probolinggo Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Achmad Arianto • Kamis, 22 Mei 2025 | 03:15 WIB

 

MENGGELIAT: Pedagang hewan kurban di Kota Probolinggo. Kesehatan hewan ternak kini menjadi perhatian pemerintah daerah.
MENGGELIAT: Pedagang hewan kurban di Kota Probolinggo. Kesehatan hewan ternak kini menjadi perhatian pemerintah daerah.
Radar Pasuruan - Aroma Idul Adha yang semakin dekat membawa berkah bagi para peternak, namun juga mengandung potensi ancaman yang tak bisa diabaikan.

Permintaan tinggi terhadap hewan kurban menyebabkan peningkatan mobilitas ternak lintas daerah. Hal ini membuka peluang penyebaran Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dan zoonosis.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengingatkan para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan mitigasi risiko secara serius.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah, menegaskan pihaknya tidak ingin kecolongan dengan munculnya kembali penyakit seperti PMK, LSD, atau antraks menjelang Idul Adha.

“Karena itu kami selalu tekankan pentingnya pengawasan dan mitigasi di seluruh rantai distribusi hewan kurban,” katanya.

Menurut Alfiyah, pengawasan perlu dilakukan mulai dari peternakan, pasar hewan, lapak penjualan, hingga Rumah Potong Hewan (RPH).

Langkah penting yang diwajibkan adalah vaksinasi PMK di area sekitar lokasi penjualan hewan, minimal dalam radius tiga kilometer.

“Vaksinasi harus sudah selesai paling lambat enam bulan sebelum Idul Adha. Ini sesuai imbauan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan,” jelasnya.

Selain mencegah penularan antar hewan, Disnakeswan juga aktif mengedukasi soal penanganan daging pasca penyembelihan yang higienis.

“Mendekati Idul Adha, kami intens menyosialisasikan pentingnya penanganan daging yang higienis agar tidak membawa penyakit zoonosis saat dikonsumsi,” ujar Ainur.

Sementara di Kabupaten Probolinggo, Dinas Pertanian masih aktif menjalankan posyandu ternak dan pengecekan langsung ke kandang warga. Pemeriksaan ini dianggap penting untuk menjaga kesehatan ternak.

“Kami lakukan pemeriksaan intensif jelang kurban, tak hanya lewat posyandu ternak tapi juga langsung ke kandang,” ujar drh. Nikolas Nuryulianto, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.

Saat pemeriksaan kandang, hasil diagnosa langsung disampaikan ke pemilik ternak.

Petugas juga memberikan edukasi sesuai temuan. Termasuk menjaga kualitas pakan dan nutrisi agar ternak tetap sehat dan bugar.

Kebersihan kandang dan tubuh ternak juga menjadi fokus agar tidak mudah terserang virus dan tetap tumbuh sehat.

Nikolas menyebutkan, pemeriksaan ini akan dilakukan bergilir. Tujuannya agar kesehatan ternak tetap terpantau dengan baik.

Jika ditemukan gejala penyakit, dapat langsung diobati sebelum menjadi parah atau menyebabkan kematian ternak.

Di sisi lain, geliat penjualan hewan kurban mulai terlihat di Kota Probolinggo menjelang Idul Adha.

Sejumlah pedagang kambing dan domba mulai membuka lapak di berbagai titik.

Samad Setiawan (40), penjual hewan kurban di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, mulai membuka lapaknya sejak Kamis (8/5). Ia menyediakan sekitar 40 ekor domba dan hingga Minggu (18/5), 35 ekor telah terjual.

“Alhamdulillah penjualan lancar. Pembeli mulai berdatangan sejak awal minggu kemarin,” katanya.

Harga domba yang dijual Samad berkisar antara Rp 1,9 juta sampai Rp 4,5 juta tergantung ukuran dan kondisi fisik. Domba gemuk dan bersih lebih banyak diminati.

“Biasanya orang cari yang gemuk dan gagah. Tapi ada juga yang pilih sesuai kantong, jadi ambil yang sedang,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia memastikan semua dombanya sehat karena telah diperiksa oleh dinas terkait.

“Beberapa hari lalu ada pemeriksaan dari pemerintah, semua hewan dicek dan diberi vitamin. Hasilnya sehat semua,” tambah Samad.

Mahmud (40), pedagang lain dari Kelurahan Kebonsari Kulon, juga mulai membuka lapak. Ia telah sembilan tahun berjualan hewan kurban dan tahun ini menyediakan sekitar 35 ekor.

“Kami memang fokus sediakan domba, karena peminatnya lebih banyak dibanding kambing,” ujarnya.

Sejak dua minggu lalu membuka lapak, Mahmud telah menjual 24 ekor. Setiap hewan yang terjual diberi tanda nama pembeli menggunakan pilok.

Biasanya, hewan dititipkan hingga malam takbir dan dimandikan sebelum diserahkan.

“Kami rawat sampai malam takbir, lalu dimandikan agar bersih sebelum diserahkan,” jelasnya.

Untuk menjangkau pembeli lebih luas, Mahmud juga memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi. Cara ini terbukti efektif karena beberapa pembeli berasal dari luar kota seperti Gending, Kabupaten Probolinggo.

“Biasanya satu orang beli satu atau dua ekor. Tahun ini penjualan lebih baik dari tahun lalu. Kalau tren ini terus, saya optimis bisa jual 85 ekor. Tahun lalu hanya 70 ekor,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#probolinggo #vaksin #pasuruan #kurban