Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Warung Kopi di Pasuruan Sediakan Karaoke & Kamar, Warga Protes ke Kelurahan

Fahrizal Firmani • Selasa, 13 Mei 2025 | 03:03 WIB

 

AUDIENSI: Sejumlah PKL di Kelurahan Sebani yang mengikuti jalannya audiensi di kantor kelurahan setemat. Mereka gerah dengan adanya warung penyedia layanan karaoke.
AUDIENSI: Sejumlah PKL di Kelurahan Sebani yang mengikuti jalannya audiensi di kantor kelurahan setemat. Mereka gerah dengan adanya warung penyedia layanan karaoke.
Radar Pasuruan - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) bersama tokoh masyarakat Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, mendatangi kantor kelurahan, Kamis (8/5).

Mereka meminta audiensi dengan pihak kelurahan karena merasa terganggu dengan kehadiran warung yang menyediakan fasilitas karaoke.

Ada sebanyak 42 warung yang beroperasi di sekitar Lapangan Sebani, RT 3 RW 1. Para pedagang menggunakan bahu jalan untuk mendirikan lapak semi permanen.

Namun, tiga warung di antaranya diketahui tidak hanya menjual makanan dan minuman, melainkan juga menawarkan karaoke lengkap dengan perempuan pendamping.

Dalam pertemuan yang mempertemukan seluruh PKL tersebut, mereka sepakat untuk dilakukan penertiban. Sementara waktu, seluruh warung tidak diperbolehkan berjualan sampai mendapat izin resmi dari Pemkot Pasuruan.

Tiga pemilik warung yang menyediakan karaoke juga telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Iwan Dayat, warga yang pertama kali mengungkap keberadaan warung karaoke itu, menyampaikan bahwa PKL di lokasi tersebut sudah ada sejak 2011.

Awalnya hanya terdapat empat warung, namun jumlahnya terus bertambah hingga kini mencapai 42. Selama bertahun-tahun, kegiatan usaha mereka berjalan lancar tanpa masalah.

Namun dalam setahun terakhir, mulai muncul warung yang menyediakan karaoke. Awalnya sesekali terdengar suara karaoke di malam hari, tetapi dalam sebulan terakhir aktivitas itu hampir setiap malam hingga pagi, bahkan ada perempuan pendamping.

"Bahkan salah satu warung menyediakan kamar. Seperti pada Sabtu (3/5), saya melihat ada perempuan yang datang ke warung," ungkap Iwan.

Lurah Sebani, Aan Prasetyo, membenarkan bahwa dalam sidak yang dilakukan kelurahan bersama Satpol PP, ditemukan tiga warung yang menyalahgunakan fungsi usahanya.

Bahkan ada petugas Satpol PP yang merangkap sebagai ojek online yang sempat mengantar perempuan ke warung tersebut. Untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersama, sementara warung ditutup sambil menunggu arahan dari wali kota terkait perizinan.

Selain itu, pendirian warung di bahu jalan juga melanggar aturan karena mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

"Untuk sementara kami tutup dulu sambil menunggu keputusan wali kota. Nanti diputuskan apakah tetap berjualan di sini atau direlokasi," jelas Aan.

Para pedagang menerima keputusan ini. Bahkan tiga pemilik warung yang menyediakan karaoke secara terbuka meminta maaf.

Mereka adalah MI, AS, dan NA yang mengaku hanya berniat menyediakan hiburan tambahan untuk menarik pengunjung. Mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Seperti disampaikan MI, ia mengaku tidak memiliki motif lain selain menyediakan hiburan agar pengunjung betah dan dagangannya laku. Ia pun mengakui perbuatannya salah.

"Kami mohon maaf. Saya sadar itu salah. Semua hanya untuk hiburan saja. Tidak ada niat lain," ungkapnya di depan PKL lainnya.

Ketua Paguyuban PKL, Ahmad Rifai, mengaku sedih dengan kejadian ini.

Ia mengaku tidak bisa mengawasi seluruh aktivitas pedagang setiap saat karena kesibukannya, dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pemkot.

Aktivis Pasuruan, Ayi Suhaya, mengapresiasi langkah cepat pemkot yang langsung menutup warung tersebut.

Ia menilai langkah ini sebagai peringatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat warung itu jelas melanggar aturan dengan berdiri di lokasi yang dilarang dan menyediakan aktivitas yang tidak semestinya.

"Semoga ini jadi pembelajaran. Jangan sampai terulang lagi," ujar Ayik.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#karaoke #warung kopi #protes #kelurahan #pkl