Radar Pasuruan - Prigen, sebuah kecamatan di Kabupaten Pasuruan, dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di wilayah tersebut.
Kopi dari Prigen semakin populer, dengan permintaan yang terus meningkat baik di pasar lokal maupun internasional.
Tak jarang, banyak wisatawan asing yang berkunjung untuk melihat langsung perkebunan kopi yang terletak di dataran tinggi ini.
Di Prigen, terdapat sekitar 1.000 hektare lahan yang ditanami kopi, yang tersebar di Desa Dayurejo, Jatiarjo, dan Lumbangrejo, serta di Kelurahan Ledug dan Pecalukan.
Jumali, seorang petani kopi dari Desa Dayurejo, menyatakan bahwa permintaan kopi Prigen kini semakin stabil dan terus berkembang.
“Kopi Prigen memiliki rasa yang manis, dengan keasaman yang tidak dominan, serta aroma yang mirip dengan cengkeh,” ujar Jumali.
Ia juga menambahkan bahwa harga kopi robusta saat ini berkisar antara Rp 79.000 hingga Rp 80.000 per kilogram, sementara arabika dibanderol sekitar Rp 95.000 hingga Rp 98.000 per kilogram.
Jumlah petani kopi di Kecamatan Prigen juga semakin meningkat, dengan estimasi ada sekitar 400 hingga 500 petani kopi.
Suprapto, petani dari Kelurahan Ledug, menambahkan bahwa permintaan kopi Prigen sudah menyebar ke seluruh Indonesia, terutama saat musim panen.
Dengan kualitas kopi yang semakin dikenal dan permintaan yang terus tumbuh, prospek kopi Prigen sangat cerah di masa depan.
Editor : Moch Vikry Romadhoni