Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Sistem Pembayaran Nontunai Parkir di Kota Pasuruan Masih Minim Peminat

Fahrizal Firmani • Rabu, 12 Maret 2025 | 03:28 WIB
NONTUNAI: Petugas jukir kini dilengkapi barcode untuk pembayaran nontunai melalui QRIS (foto kiri). Petugas memasang banner tulisan diberlakukan pembayaran parkir non tunai di kawasan Bangilan.
NONTUNAI: Petugas jukir kini dilengkapi barcode untuk pembayaran nontunai melalui QRIS (foto kiri). Petugas memasang banner tulisan diberlakukan pembayaran parkir non tunai di kawasan Bangilan.

Radar Pasuruan - Pembayaran retribusi parkir secara nontunai kini telah diterapkan di seluruh titik parkir tepi jalan di Kota Pasuruan.

Namun, minat masyarakat terhadap sistem ini masih sangat rendah, dengan hanya segelintir orang yang menggunakannya.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur CV Pasuruan Madinah, Steven Kusumanegara, selaku pengelola parkir di Kota Pasuruan.

Menurut Steven, terdapat 107 titik parkir tepi jalan yang telah mendukung metode pembayaran nontunai. Penerapan sistem ini sendiri telah berlangsung selama dua pekan terakhir.

Sejak pekan lalu, seluruh titik parkir di Kota Pasuruan telah difasilitasi dengan pembayaran menggunakan QRIS.

Namun, perkembangannya belum sesuai harapan karena masyarakat masih lebih memilih membayar secara tunai.

"Rata-rata dalam sehari, setoran retribusi parkir yang masuk sekitar Rp 1 jutaan. Dari jumlah itu, sekitar 98 persen berasal dari pembayaran tunai. Hanya dua persen yang menggunakan nontunai," ujar Steven.

Steven menduga rendahnya minat masyarakat terhadap pembayaran nontunai disebabkan oleh kurangnya pemahaman dalam menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran retribusi parkir.

Oleh karena itu, pihaknya berencana meningkatkan sosialisasi terkait sistem pembayaran ini.

"Bisa jadi masyarakat tidak tahu, merasa ribet, atau tidak memahami cara penggunaannya. Ini yang akan kami sosialisasikan lebih lanjut," jelas Steven.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Imam Joko, menilai bahwa metode pembayaran, baik tunai maupun nontunai, hanyalah opsi bagi masyarakat.

Menurutnya, yang lebih penting adalah komitmen Dinas Perhubungan dan pengelola parkir dalam mencapai target retribusi parkir tahunan.

Baca Juga: Gara-gara Puntung Rokok, Residu PT Bromo Steel Indonesia di Panggungrejo Pasuruan Terbakar

Sebab, hingga saat ini, setoran retribusi masih tergolong minim.

"Nontunai hanya memudahkan masyarakat. Yang lebih utama adalah memastikan target retribusi parkir dapat terpenuhi," tegas politisi PKS tersebut.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#parkir #non tunai #pembayaran #pasuruan