Radar Pasuruan - Kisah bayi yang ditemukan terlantar di Dusun Punjul, Desa/Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, terus berlanjut.
Bayi laki-laki yang ditemukan pada akhir Januari lalu kini telah dirujuk ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Suwito Adi, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk memastikan bayi tersebut mendapatkan tempat yang aman dan layak.
"Bayi ini sudah kami rujuk ke UPT PPSAB Sidoarjo agar memperoleh perawatan dan kasih sayang yang lebih baik," kata Suwito.
Menurutnya, keputusan merujuk bayi tersebut dilakukan setelah ia dinyatakan sehat dan siap untuk mendapatkan perawatan di tempat yang lebih sesuai.
Selanjutnya, bayi tersebut akan menjalani masa observasi selama tiga bulan. Jika dalam periode tersebut tidak ada pihak yang mengklaim sebagai orang tua kandungnya, maka bayi ini akan tersedia untuk proses adopsi.
Sementara itu, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi tersebut.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengungkapkan bahwa berbagai langkah telah dilakukan guna menemukan orang tua bayi, termasuk pemeriksaan saksi serta pelacakan perempuan hamil di sekitar lokasi penemuan.
"Kami telah menyusuri dan mendata warga di sekitar lokasi penemuan bayi untuk mencari perempuan yang pernah hamil. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas guna mendapatkan data ibu hamil," jelas Joko.
Kasus ini menambah daftar kejadian serupa di Kabupaten Pasuruan. Sepanjang Januari, tercatat ada dua kasus pembuangan bayi.
Kejadian pertama terjadi di Kecamatan Puspo pada 22 Januari, sementara kasus kedua terjadi empat hari kemudian di Kecamatan Rembang, di mana seorang bayi ditemukan di dalam selokan.
Dari dua bayi yang ditemukan, satu di antaranya tidak dapat diselamatkan, yakni yang ditemukan di Rembang. Sementara itu, bayi yang ditemukan di Puspo masih dalam kondisi sehat.
"Kami berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang berguna agar kasus ini segera terungkap," tambah Joko.
Editor : Moch Vikry Romadhoni