PASURUAN, Radar Bromo-Gelaran pemilu 2024 cukup menguras energi dan tenaga. Di Kota Pasuruan, sebanyak dua petugas Linmas meninggal dunia selama gelaran pemilu serentak 2024.
Penyebabnya, karena sakit. Sementara, empat lainnya sempat dirawat di rumah sakit.
Petugas yang meninggal dunia, diketahui seorang Linmas bernama Zainuri, 32. Ia berjaga di TPS 5 Gentong, Kecamatan Gadingrejo.
Seorang lainnya diketahui bernama Moch Muklas, 52. Ia berjaga di TPS 1 Trajeng, Kecamatan Panggungrejo.
Selain itu, ada pula Samsul Arifin, seorang Linmas di TPS 4, Purutrejo, Purworejo.
Ia sempat menjalani rawat inap di RSUD dr R Soedarsono. Sementara, tiga lainnya menjalani rawat jalan.
Yakni, Ribut Budiono, seorang Linmas di TPS 26, Pohjentrek, Purworejo; Voni Galuh Susanti, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 11 Bugullor, Bugulkidul.
Serta, Mariyanti, petugas KPPS 18 Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo.
Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) Nanang Abidin mengungkapkan, mereka yang meninggal dunia dan sakit karena kelelahan. Sebab, istirahat yang minim.
“Kalau yang meninggal dunia dua orang. Sementara yang sakit, sebanyak empat orang,” jelas Nanang.
Ia memastikan, KPU sudah memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga: Main di Sekitar Sungai Kedunglarangan, Bocah 6 Tahun di Bangil Tewas Tenggelam
Sementara, mereka yang sakit, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah melalui program BPJS Kesehatan.
“Seluruh korban yang ditinggalkan, sudah diberikan santunan. Setidaknya, bisa meringankan beban mereka,” ungkapnya. (riz/one)
Editor : Muhammad Fahmi