Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Jadi Salah Satu Spot Foto Favorit saat Berkunjung ke Kota Pasuruan, Simak Sejarah Gedung Harmonie

Muhamad Busthomi • Kamis, 11 Januari 2024 | 04:01 WIB
Dua warga berpose di depan Gedung Harmonie Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
Dua warga berpose di depan Gedung Harmonie Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Pasuruan-Gedung Harmonie kini jadi salah satu ikon Kota Pasuruan. Jujukan baru wisatawan saat ke kota santri.

Gedung Harmonie jadi salah satu spot favorit selfie wisatawan lokal yang berkunjung ke kota santri.

Ya, siapa yang tak tertarik berfoto dengan background bangunan kuno Gedung Harmonie yang kini jadi salah satu cagar budaya itu.

Meski masuk bangunan kuno, kondisi Gedung Harmonie juga masih terjaga.

Gedung Harmonie juga kerap jadi lokasi venue sejumlah event besar di Kota Pasuruan.

Sejarah Gedung Harmonie

Siapa mengira? Nama Gedung Harmonie ternyata bukanlah nama asli dari bangunan itu

Bangunan dengan gaya arsitektur indies empire itu punya nama yang jarang diketahui: Graha Han Hoo Tong.

Han Hoo Tong merupakan pemilik gedung yang berdiri antara 1970 hingga 1890 tersebut.

Sebagai konglomerat terpandang, dia juga punya kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Han juga yang membidani lahirnya Tiong Hwa Hwee Koan (THHK), sekolah Tionghoa pertama di Pasuruan.

Tiga dekade pertama berdirinya gedung itu dimanfaatkan untuk gelanggang olahraga.

Yang mengelola adalah Tjhing Nien Hwe (TNH), perkumpulan olahraga warga Tionghoa.

Setelah masa kemerdekaan, aktivitas warga Tionghoa dihadapkan gejolak politik.

Pada medio 1958, Pemerintah Indonesia melarang warga yang sudah berstatus WNI mengenyam pendidikan di sekolah Tionghoa.

Sebagian murid THHK yang berstatus WNI keluar dari sekolah.

Situasi itu ‘memaksa’ Ketua TNH Kwee Kho Liong atau J. Laksmana mendirikan Sekolah Pancasila.

Sekolah Pancasila dimanfaatkan untuk menampung murid Tionghoa yang sudah berstatus WNI.

Murid-murid itu menuntaskan pendidikannya di gedung TNH.

Seiring waktu, perkumpulan olahraga itu terus mengalami pergantian nama.

Pada 1973, J. Laksmana mengubahnya menjadi POR Panca Dharma.

Selang lima tahun kemudian, kembali berubah menjadi POR Panca Adhi Dharma.

Sekarang perkumpulan olahraga itu sudah berada di bawah Yayasan Budi Dharma. (tom/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#gedung harmonie #wisata pasuruan #Pemkot Pasuruan