WINONGAN, Radar Bromo-Warga Desa Sruwi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, tengah resah. Sepekan terakhir, warga merasa diteror benda menyerupai bentuk “pocong” berukuran kecil.
Berikut fakta-fakta teror pocong di Desa Sruwi, Winongan yang dirangkum dari berbagai sumber.
Diletakkan di Depan Rumah Warga
Sejumlah warga yang diteror “pocong” mini memiliki satu kesamaan. Yakni, benda berbentuk buntelan kain putih ala pocong itu ditaruh di depan rumah warga.
Puncak teror pocong terjadi pada Selasa (2/1) pagi. Setidaknya, terdapat lima rumah warga di Dusun Sruwi RT 01/RW 02 desa setempat diteror.
Rifa’i, 44, salah satu korban teror pocong, warga RT 01/RW 02 mengaku tak tahu kapan pocong kecil itu ditaruh pelaku di depan pintu rumahnya. Ia baru mengetahuinya saat subuh.
Saat membuka pintu, ia sudah mendapati buntalan pocong tergeletak di lantai.
Dari laporan sejumlah warga, benda mirip pocong mini itu ditaruh di sejumlah lokasi. Mulai dipasang di depan pintu, digantungkan di pagar, bahkan di lantai teras rumah.
Pocong Mini Berisi Dedaunan
Rifa’i, salah satu warga yang rumahnya jdi korban teror mengaku, ia awalnya sempat kaget saat mengetahui rumahnya dikirimi benda mencurigakan. Berbentuk mirip pocong kecil.
Rifa’i mengaku, mengetahui buntalan itu berada di depan pintunya selepas subuh. Meski ada perasaan waswas, Rifa’i pun akhirnya memberanikan diri untuk membukanya.
Ia lantas kaget setelah tahu isinya. Buntalan kain putih itu berisi dedaunan terdiri atas daun kelor, jeruk purut, sirih, dan daun jarak. Ia lantas melaporkan perihal ini ke perangkat desa setempat.
“Kalau takut sih tidak, cuma khawatir saja. Takut terjadi apa-apa. Yang paling takut itu istri saya. Juga para ibu tetangga lainnya,” ungkap Rifa’i sembari menunjukkan letak pocong itu berada.
Berlangsung Dua Pekan Terakhir
Teror kiriman “pocong” mini tak hanya didapat Rifa’i. Selasa (2/1) itu, ada lima warga yang mengaku jadi korban teror. Warga yang jadi korban pun akhirnya sepakat mengumpulkan pocong-pocong tersebut untuk dibawa ke balai desa.
Kepala Desa Sruwi Tikam, 55, membenarkan bahwa teror pocong ini memang terjadi di wilayah desanya. Keresahan warga terkait teror ini menurutnya terjadi sejak dua mingguan terakhir.
Lokasinya pun berpindah-pindah. Buntalan kain putih yang diikat tiga bagian serupa pocong ini ditaruh pelaku di depan rumah warga.
Mulai dipasang di depan pintu, digantungkan di pagar, bahkan di lantai teras rumah. Lantaran aksi ini makin meresahkan, ia lalu melaporkan peristiwa ini ke pihak Polsek dan Koramil.
Dimusnahkan dengan Dibakar
Teror “pocong” mini membuat warga gerah. Warga pun akhirnya memilih melaporkan teror itu pemerintah desa setempat.
Pihak pemerintah desa pun langsung berkoordinasi dengan Koramil dan Polsek setempat. Selasa (2/1) pagi, setelah melakukan koordinasi, pihak desa sepakat untuk memusnahkan pocong-pocong tersebut dengan cara dibakar di depan balai desa.
“Tadi ada empat buah pocong kecil menyerupai mayit yang sudah dibakar. Kami juga mengimbau kepada warga saya untuk tidak perlu takut. Ini adalah bagian dari ulah iseng seseorang yang ingin membuat warga jadi resah,” terang Tikam, Kades Sruwi.
Sementara itu, polisi juga telah berkoordinasi terkait teror pocong itu. Atas kesepakatan bersama, benda menyerupai pocong itu pun dibakar di balai desa. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi