Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Diminta Ikut Perang Gaza, Ini Langkah Kemanusiaan Presiden Prabowo yang Bikin Haru!

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 8 Agustus 2025 | 01:33 WIB

 

Kondisi anak-anak Gaza krisis makanan
Kondisi anak-anak Gaza krisis makanan

Radar Pasuruan - Sejumlah negara meminta Indonesia untuk ikut terlibat secara langsung dalam konflik Gaza. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa Indonesia siap memberikan bantuan kepada warga Gaza.

Selain kesiapan mengirimkan pasukan perdamaian, Indonesia juga tengah mempersiapkan fasilitas pengobatan di Pulau Galang.

"Pihak-pihak yang serang mengusahakan gencatan senjata di Gaza meminta Indonesia untuk terlibat dan mengirimkan pasukan perdamaian kalau gencatan senjata berhasil dilakukan," ujar Hasan di kantornya, Kamis (7/8).

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto pernah menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian, seperti yang pernah dilakukan di Lebanon.

Presiden juga memberikan instruksi kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk menyiapkan dua unit pesawat Hercules. Pesawat tersebut akan digunakan untuk operasi airdrop, yakni menjatuhkan bantuan makanan dari udara.

“Presiden juga memberikan arahan untuk memberikan bantuan pengobatan untuk sekitar 2000 warga Gaza yang menjadi korban perang,” lanjut Hasan. Rencana pengobatan ini akan difokuskan di Pulau Galang.

Pulau tersebut sebelumnya telah memiliki fasilitas rumah sakit dan berbagai sarana pendukung lainnya, yang sempat difungsikan sebagai tempat isolasi bagi WNI yang dipulangkan dari luar negeri saat pandemi Covid-19.

Hasan menekankan bahwa keberadaan warga Gaza di Pulau Galang hanya bersifat sementara untuk tujuan pengobatan. Setelah pulih, mereka akan kembali ke Gaza. “Bukan memindahkan warga tapi semacam operasi kemanusiaan untuk membantu sebanyak yang kita bisa,” jelasnya.

Sementara itu, di Gaza, media Al Jazeera melaporkan terjadinya krisis stok darah. Sistem kesehatan di wilayah tersebut dikabarkan dalam kondisi parah.

Bank darah dilaporkan kosong, sementara serangan Israel terus menyasar klinik dan fasilitas medis.

Kekurangan stok darah di Gaza disebabkan oleh kelaparan yang melanda. Banyak calon pendonor mengalami kekurangan nutrisi.

“Ketika mereka mendonorkan darah, mereka bisa kehilangan kesadaran dalam hitungan detik yang tidak hanya membahayakan kesehatan mereka, tapi juga menyebabkan hilangnya unit darah yang berharga,” ujar Kepala Bank Darah RS al-Shifa, Amani Abu Ouda.

Lebih dari 114.800 pasien di Gaza memerlukan perawatan intensif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak tindakan cepat dari dunia internasional.

"Kami mendesak lebih banyak negara untuk maju menerima pasien dan mempercepat evakuasi medis melalui semua jalur yang memungkinkan," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#perang #gaza #indonesia