Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Superman Bikin Heboh, Dituding Pro-Palestina dan Diserang Komunitas Zionis

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 22 Juli 2025 | 03:43 WIB

 

Ilustrasi: Tangkapan layar cuplikan film Superman terbaru.
Ilustrasi: Tangkapan layar cuplikan film Superman terbaru.

Radar Pasuruan - Film Superman (2025) karya sutradara James Gunn baru saja dirilis dan langsung memicu perdebatan tajam di tengah penonton global.

Alur cerita yang penuh nuansa geopolitik membuat film ini dituding menyimpan pesan anti-Israel. Sebagian kalangan Zionis dan pendukung Israel bahkan menyerukan boikot.

Dalam sinopsisnya, Superman versi terbaru ini menampilkan sang pahlawan yang diperankan David Corenswet berusaha menghentikan invasi militer dari Boravia, sebuah negara fiktif yang kuat dan bersekutu dengan Amerika Serikat, ke Jarhanpur, negara kecil dan miskin yang dihuni oleh mayoritas non-kulit putih.

Cerita ini menimbulkan spekulasi warganet bahwa Boravia merupakan alegori dari Israel, sementara Jarhanpur mewakili Palestina.

Meskipun tidak menyebut nama Israel atau Palestina secara langsung, penggambaran negara penyerang yang kuat secara militer versus negara korban yang tertindas menciptakan kesan yang kuat terhadap situasi nyata di Gaza. 

Di platform X (dulu Twitter), banyak pengguna menganggap film ini sebagai 'anti-genosida' dan 'pro-Palestina'. Namun, tak sedikit pula yang mengkritik film ini karena dianggap menyudutkan Israel.

Salah satu komentar yang menjadi sorotan muncul dari komunitas r/Jewish di Reddit.

Seorang pengguna mengungkapkan kekecewaannya dan menyebut film ini sebagai bentuk propaganda anti-Israel.

Menurutnya, film ini terlalu menyederhanakan konflik dan menggambarkan negara kuat berkulit putih sebagai pihak jahat, selaras dengan narasi konflik di Timur Tengah.

James Gunn sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan ini. Namun, ia dikenal dengan gaya penyutradaraan yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan moral yang kuat.

Superman (2025) juga disebut ingin mengembalikan semangat keadilan sosial dan idealisme yang melekat pada karakter Superman sejak awal kemunculannya di komik.

Di tengah suasana geopolitik global yang sensitif, film ini ternyata menyentuh titik rawan bagi sebagian penonton.

Terlepas dari niat artistiknya, Superman (2025) kini tidak hanya menjadi tontonan superhero biasa, melainkan turut menjadi bahan diskusi sosial-politik global.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Israel #superman #palestina #zionis