Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Banjir Korea Selatan Picu Longsor & Tewaskan Warga, Curah Hujan Tembus 519 mm

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 19 Juli 2025 | 01:58 WIB

 

Banjir di Seoul, Korea Selatan
Banjir di Seoul, Korea Selatan

Radar Pasuruan - Korea Selatan tengah menghadapi bencana banjir besar akibat hujan deras ekstrem yang mengguyur sejak 16 Juli 2025. Beberapa daerah mencatat curah hujan di atas 500 mm, menyebabkan jatuhnya korban jiwa, tanah longsor, dan kerusakan masif.

Pemerintah setempat sudah mengeluarkan peringatan darurat dan mengingatkan kemungkinan datangnya hujan susulan yang dapat memperburuk situasi.

Mengutip Maeil Business Newspaper pada Jumat (18/7), hujan dengan intensitas tinggi telah berlangsung sejak Rabu (16/7) malam dan mencapai puncaknya pada Kamis dan Jumat, melanda hampir seluruh Korea Selatan.

Berdasarkan data dari Central Disaster and Safety Countermeasures Headquarters per pukul 06.00 waktu setempat, cuaca ekstrem ini telah mengakibatkan sedikitnya empat korban jiwa dan satu orang dilaporkan masih hilang pada Jumat pagi.

Wilayah Seosan di Chungcheongnam-do mengalami hujan terberat dengan akumulasi mencapai 519 mm, jauh melampaui rata-rata curah hujan bulanan daerah itu.

Badan Meteorologi Korea (KMA) menyebut curah hujan ini sebagai kejadian langka yang hanya terjadi sekali dalam kurun waktu seratus tahun.

Korban jiwa ditemukan di berbagai lokasi. Di Seosan, seorang pria berusia sekitar 50 tahun meninggal karena terjebak dalam mobil yang terendam air banjir.

Sementara itu, di Osan, Gyeonggi-do, sebuah tembok penahan setinggi 10 meter runtuh dan menimpa mobil, menewaskan salah satu penumpangnya.

Banjir besar juga melanda beberapa wilayah di Gwangju, termasuk Dong-gu, Buk-gu, dan Nam-gu yang airnya mencapai setinggi lutut. Seorang pria tanpa identitas juga dilaporkan hilang di dekat Jembatan Sinan, Gwangju.

Daerah-daerah yang terdampak mencakup wilayah tengah seperti Seoul, Gyeonggi, dan Chungcheong, hingga wilayah selatan seperti Gwangju, Jeonnam, Busan, serta Gyeongsang Selatan.

Di Gwangju, curah hujan harian mencapai 426,4 mm pada 17 Juli, memecahkan rekor tertinggi sepanjang bulan Juli.

Menurut KMA, peristiwa ini dipicu oleh pertemuan massa udara dingin dari utara dan udara lembap dari selatan yang tertahan tekanan rendah di wilayah Hanran, memperpanjang durasi dan intensitas hujan.

KMA juga memperkirakan hujan akan terus turun hingga Sabtu (19/7), dengan curah mencapai 300 mm di wilayah selatan.

Diprediksi, intensitas hujan akan berkisar 50–80 mm per jam, terutama di daerah pesisir seperti Busan, Jeonnam, dan Gyeongsang Selatan, meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor tambahan.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia telah memerintahkan pemeriksaan menyeluruh di area berisiko tinggi seperti ruang bawah tanah, jalan rendah, dan lereng rawan longsor.

Pemerintah juga mengambil langkah cepat dengan menawarkan keringanan pajak serta penundaan pemeriksaan pajak bagi warga terdampak.

Dengan potensi hujan deras yang masih bisa terjadi hingga akhir pekan, pemerintah mengimbau warga tetap waspada, mengikuti arahan resmi, dan menghindari lokasi rawan bencana.

Tindakan cepat dan koordinasi pemerintah diharapkan mampu menekan dampak lanjutan dari bencana yang tengah berlangsung ini.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tewas #korea selatan #banjir #hujan