Selama bulan Ramadan, buah kurma jadi salah satu menu favorit untuk takjil berbuka puasa.
Hampir di setiap acara buka puasa bareng (bukber), buah kurma selalu jadi tokoh utama. Jadi menu takjil atau pembuka.
Biasanya, sebelum menyantap menu utama, buah kurma dihidangkan bersama air putih.
Setelah menyantap kurma dan air putih, jamaah kita bisa menunaikan salat magrib dulu berjamaah. Setelah itu, baru menyantap menu utama.
Mengapa buah kurma banyak dihidangkan untuk takjil Ramadan?
Ternyata buah dengan warna cokelat ini memiliki banyak manfaat di kandungannya.
Kurma yang merupakan salah satu tanaman buah tertua yang ditanam di daerah kering, memiliki kandungan yang dapat mengembalikan energi dan mengganti elektrolit yang hilang selama berpuasa.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan, buah kurma juga mengandung kalium. Yakni memiliki manfaat untuk mengontrol detak jantung, fungsi otak, hingga mengurangi rasa lelah setelah beraktivitas.
Buah kurma juga bisa jadi sumber energi instans. Sebab, memiliki kandungan gula tinggi. berupa fruktosa dan glukosa.
Selain jadi sumber energi, kurma juga memiliki manfaat lainnya.
Sebab, kurma memiliki kandungan Kalori, Lemak, Karbohidrat, Serat, Gula, Protein, Vitamin, Zat besi, Magnesium, Potassium.
Inilah sejumlah khasiat buah kurma untuk kesehatan yang dirangkum Radar Pasuruan:
Penuh Gizi dan Kalori
Buah kurma mengandung banyak kalori. Hal itu didapati dari karbohidrat dan sisanya dari protein. Meski tinggi kalori, kurma juga mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh setelah puasa.
Menstabilkan Gula Darah
Kurma dikenal dengan rasa yang manis. Lantaran itu, menurut sejumlah penelitian, kurma juga dapat digunakan sebagai pengganti gula putih.
Meski masih membutuhkan penelitian, buah kurma juga dipercaya bisa memperbaiki kesehatan tulang dan membantu mengatur gula darah.
Memperlancar sistem pencernaan
Buah kurma dikenal akan kandungan seratnya yang cukup tinggi. Hal itu bisa memperlancar sistem pencernaan.
Dengan begitu, buah kurma juga cocok untuk masuk menu diet harian. Kandungan serat yang tinggi dari kurma, bisa mencegah konstipasi dan membuat gerakan usus besar lebih teratur.
Menu Tambahan dalam Diet
Buah kurma yang memiliki kandungan serat tinggi juga membuatnya sangat cocok untuk menu diet harian.
Kurma dapat dimakan langsung maupun dikombinasikan dengan makanan sehat lain.
Seperti kacang almond, keju, oatmeal dan sebagainya. Tetapi karena kalorinya cukup tinggi, sebaiknya tidak perlu menambahkan terlalu banyak pada makanan dan minuman.
Bisa Cegah Penyakit Kronis
Buah kurma juga disebutkan memiliki antioksidan. Hal itu membuat buah asal timur tengah ini bisa menghindarkan dari beberapa penyakit kronis.
Pengganti Elektrolit Tubuh
Mengapa buah kurma cocok untuk menu pembuka buka puasa? Ternyata salah satu alasannya, memiliki kadar potassium cukup tinggi.
Kondisi itu bisa memenuhi unsur elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Kurma pun mwmiliki manfaat menguatkan tubuh sekaligus membangun otot dalam tubuh.
Melindungi Tubuh dari Peradangan
Agar tubuh terlindungi dari radang, dibutuhkan asupan antioksidan yang cukup, yakni dari polifenol. Buah kurma kaya akan polifenol dibandingkan buah lain.
Bisa Meningkatkan Kesuburan
Buah kurma juga memiliki kandungan asam amino dan seng. Kondisi itu membuat buah kurma bisa meningkatkan kesuburan. Baik pada wanita dan pria.
Salah satu jenis kurma yang diyakini bisa jadi program hamil (promil) yakni jenis kurma ruthob. Teksturnya sedikit unik. Agak basah dan rasanya tak terlalu manis.
Bisa Mencegah Anemia
Mengonsumsi buah kurma juga diyakini membuat tubuh jadi tak mudah lelah. Kandungan zat besi yang tinggi bisa meningkatkan produksi sel darah merah dan mencegah anemia.
Itulah sejumlah manfaat buah kurma. So, tak heran buah kurma jadi menu pembuka saat buka puasa.
Editor : Muhammad Fahmi