Radar Pasuruan - Norma: Antara Mertua dan Menantu siap meramaikan industri film Indonesia di momen Lebaran.
Film yang digarap oleh sutradara Guntur Soeharjanto ini akan tayang di bioskop mulai Senin (31/3).
Film ini tidak sekadar menyajikan kisah perselingkuhan biasa, tetapi lebih kompleks karena melibatkan ibu kandung sebagai sosok pengkhianat.
Alur cerita yang berbeda inilah yang menjadikan Norma: Antara Mertua dan Menantu unik dibandingkan drama lainnya.
"Ini film drama, tapi rasa terornya melebihi film horor karena tidak ada pengkhianatan yang lebih menyakitkan dari ini," ujar Dheeraj Khalwani, produser sekaligus CEO Dee Company, saat gala premier di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Sutradara Guntur Soeharjanto menambahkan bahwa film ini tidak hanya mengadaptasi kisah viral yang beredar di internet, tetapi juga memperluas cakupan ceritanya dengan menyoroti aspek keluarga, hubungan pasangan, hingga parenting.
Tissa Biani, pemeran karakter Norma, mengaku bahwa perannya dalam film ini adalah yang paling dramatis sepanjang kariernya. "Hampir di setiap adegan, aku harus menangis. Itu air mata asli, emosinya juga real," ujar kekasih Dul Jaelani ini.
Menurutnya, film ini juga menyampaikan pesan moral penting, terutama tentang komunikasi dalam keluarga dan hubungan dengan orang terdekat.
"Film ini insya Allah bikin kalian sadar betapa pentingnya komunikasi dan kasih sayang dalam keluarga, biar tidak ada yang tersakiti seperti di film ini," kata Tissa.
Norma: Antara Mertua dan Menantu diangkat dari kisah nyata Norma Risma, yang mengalami pengkhianatan dari suaminya sendiri yang berselingkuh dengan ibunya.
Skenario film ini ditulis oleh Oka Aurora, dan selain Tissa Biani, film ini juga dibintangi oleh Yusuf Mahardika, Wulan Guritno, Nunung, dan Rukman Rosadi.
Editor : Moch Vikry Romadhoni